Cerita Sex Jeny Hilang Keperawanannya | Hasrat Sex
vimax Bandar Q
Alat Bantu Sex Pembesar Penis Agen Capsa
agen ibcbet Bandar Domino, Poker Online, Domino QQ, Domino Online , Sakong Online Bandar Q, Poker, Domino, dan Sakong Online Terpercaya agen bandarq online

Cerita Sex Jeny Hilang Keperawanannya

Bandar Capsa Vimax

Hasrat Sex Menyediakan konten khusus cerita dewasa berupa : sex tante hot, cerita abg mesum, sex memek perawan, sex sedarah nyata, ngentot janda horny disertai foto bugil – Jeny Hilang Keperawanannya. Kisah ini menceritakan Jeny gadis yang baru saja hilang perawannya disaat pesta anak muda, saat itu Jeny tak bisa menolak ajakan pesta tersebut, dimana rasa penasaran akan pesta sex itu di mulai dari Jeny menginjak usia puber, dan akhirnya hilang sudah keperawanannya Jeny, dan silahkan untuk menyimak cerita dibawah ini,

Cerita Dewasa Jeny Hilang Keperawanannya

Cerita Sex Perawan, ngentu perawan, tempek perawan, perawan ngesex, perawan dientot, kentu perawan, perawan kentu, perawan hot, cerita perawan

Perkenalkan namaku Jeny, disitus ini aku pengen menceritakan pengalaman seks pertamaku kepada kalian semua. Pengalaman yang tak pernah kulupakan, keperawananku terenggut saat pesta seks dengan teman-teman sekolah waktu SMA. Sebelumnya aku akan ceritakan dulu siapa diriku kepada kalian.

Hmm…menurut banyak orang, wajahku cantik sekali dengan kulit putih mulus dan tubuh seksi. Mataku yang sayu sering membuat pria tergila-gila padaku. Aku sendiri tidak GR tapi aku merasa pria banyak yang ingin ngeseks denganku.

Aku senang ja karena pada dasarnya aku juga senang ngeseks. Saya dibesarkan di keluarga yang taat beragama. Dari SD hingga SMP saya disekolahkan di sebuah sekolah berlatar belakang agama. Sebenarnya dari kelas 6 SD, gairah seksual saya tinggi sekali tetapi saya selalu berhasil menekannya dengan membaca buku.

Selesai SMP tahun 1989, saya melanjutkan ke SMA negeri di kawasan bulungan, Jakarta Selatan. Di hari pertama masuk SMA, saya sudah langsung akrab dengan teman-teman baru bernama Kyna, Angki dan Nia. Mereka cantik, kaya dan pintar.

Dari mereka bertiga, terus terang yang bertubuh paling indah adalah si Kyna. Tubuh saya cenderung biasa saja tetapi berbuah dada besar karena dulu saya gemuk, tetapi berkat diet ketat dan olah raga gila-gilaan, saya berhasil menurunkan berat badan tetapi payudaraku tetap saja besar. Di suatu hari Sabtu, sepulang sekolah kami menginap ke rumah Kyna di Pondok Indah.

Rumah Kyna besar sekali dan punya kolam renang. Di rumah Kyna, kami ngerumpi segala macam hal sambil bermalas-malasan di sofa. Di sore hari, kami berempat ganti baju untuk berenang. Di kamar Kyna, dengan cueknya Kyna, Angki dan Nia telanjang didepanku untuk ganti baju. Saya awalnya agak risih tetapi saya ikut-ikutan cuek.

Saya melirik tubuh ketiga teman saya yang langsing. Ku lirik selangkangan mereka dan bulu kemaluan mereka tercukur rapi bahkan Kyna mencukur habis bulu kemaluannya. Tiba-tiba si Nia berteriak ke arah saya.. “Gile, jembut Jeny lebat banget” Kontan Kyna dan Angki menengok kearah saya. Saya menjadi sedikit malu. “Dicukur dong Jeny, enggak malu tuh sama celana dalam?” kata Angki.

“Gue belum pernah cukur jembut” jawabku. “Ini ada gunting dan shaver, cukur aja kalau mau” kata Kyna. Saya menerima gunting dan shaver lalu mencukur jembutku di kamar mandi Kyna. Angki dan Nia tidak menunggu lebih lama, mereka langsung menceburkan diri ke kolam renang sedangkan Kyna menunggui saya.

Setelah mencoba memendekkan jembut, Kyna masuk ke kamar mandi dan melihat hasil saya. “Kurang pendek, Jeny. Abisin aja” kata Kyna. “Nggak berani, takut lecet” jawabku. “Sini gue bantuin” kata Kyna. Kyna lalu berjongkok di hadapanku.

Saya sendiri posisinya duduk di kursi toilet. Kyna membuka lebar kaki saya lalu mengoleskan shaving cream ke sekitar vagina. Ada sensasi getaran menyelubungi tubuhku saat jari Kyna menyentuh vaginaku. Dengan cepat Kyna menyapu shaver ke jembutku dan menggunduli semua rambut-rambut didaerah kelaminku.

Tak terasa dalam waktu 5 menit, Kyna telah selesai dengan karyanya. Ia mengambil handuk kecil lalu dibasahi dengan air kemudian ia membersihkan sisa-sisa shaving cream dari selangkanganku. “Bagus kan?” kata Kyna. Saya menengok ke bawah dan melihat vaginaku yang botak seperti bayi. OK juga kerjaannya.

Kyna lalu jongkok kembali di selangkanganku dan membersihkan sedikit selangkanganku. “Jeny, elo masih perawan ya?” kata Kyna. “Iya, kok tau?” “Vagina elo rapat banget” kata Kyna. Sekali-kali jari Kyna membuka bibir vagina saya. Nafasku mulai memburu menahan getaran dalam tubuhku. Ada apa ini? Tanya saya dalam hati.

Kyna melirik ke arahku lalu jarinya kembali memainkan vaginaku. “Ooh, Kyna, geli ah” Kyna nyengir nakal tapi jarinya masih mengelus-elus vaginaku. Saya benar-benar menjadi gila rasanya menahan perasaan ini.

Tak terasa saya menjambak rambut Kyna dan Kyna menjadi semakin agresif memainkan jarinya di vaginaku. Dan sekarang ia perlahan mulai menjilat vagina saya. “Memek kamu wangi” “Jangan Kyna” pinta saya tetapi dalam hati ingin terus dijilat. Kyna menjilat vagina saya. Bibir vagina saya dibuka dan lidahnya menyapu seluruh vagina saya. Klitorisku dihisap dengan keras sehingga nafas saya tersentak-sentak. Saya memejamkan mata menikmati lidah Kyna di vaginaku.

Tak berapa lama saya merasakan lidah Kyna mulai naik kearah perut lalu ke dada. Hatiku berdebar-debar menantikan perbuatan Kyna berikutnya. Dengan lembut tangan Kyna membuka BH-ku lalu tangan kanannya mulai meremas payudara kiriku sedangkan payudara kananku dikulum oleh Kyna. Inikah yang namanya seks? Tanyaku dalam hati.

18 tahun saya mencoba membayangkan kenikmatan seks dan saya sama sekali tak membayangkan bahwa pengalaman pertamaku akan dengan seorang perempuan. Tetapi nikmatnya luar biasa. Kyna mengulum puting payudaraku sementara tangan kanannya sudah kembali turun ke selangkanganku dan memainkan klitorisku.

Saya menggeliat-geliat menikmati sensualitas dalam diriku. Tiba-tiba dari luar si Nia memanggil.. “Woi, lama amat di dalam. Mau berenang enggak?” Kyna tersenyum lalu berdiri. Saya tersipu malu kemudian saya bergegas memakai baju berenang dan kami berdua menyusul kedua teman yang sudah berenang. Di malam hari selesai makan malam, kita berempat nonton TV dikamar Kyna.

Oiya, orang tua Kyna sedang keluar negeri sedangkan kakak Kyna lagi keluar kota karenanya rumah Kyna kosong. Setelah bosan menonton TV, kami menggosipkan orang-orang di sekolah. Pembicaraan kami ngalor-ngidul hingga Kyna membuat topik baru dengan siapa kita mau bersetubuh di sekolah. Angki dan Nia sudah tidak perawan sejak SMP.

Mereka berdua menceritakan pengalaman seks mereka dan Kyna juga menceritakan pengalaman seksnya, saya hanya mendengarkan kisah-kisah mereka. “Kalau gue, gue horny liat si Ari anak kelas I-6″ kata Nia. “Iya sama dong, tetapi gue liat horny liat si Marcel. Kayaknya kontolnya gede deh” kata Angky. “Terus terang ya, gue dari dulu horny banget liat si Arif. Sering banget gue bayangin kontol dia muat enggak di vagina gue.

Sorry ya Kyna, gue kan tau Arif cowok elo” kata saya sambil tersenyum. “Hahaha, nggak apa-apa lagi. Banyak kok yang horny liat dia. Si Angky dan Nia juga horny” kata Kyna. Kami berempat lalu tertawa bersama-sama. Di hari Senin setelah pulang sekolah, Kyna menarik tangan saya. “Eh Jeny, beneran nih elo sering mikirin Arif?”

“Iya sih, kenapa? Nggak apa-apa kan gue ngomong gitu?” tanya saya. “Nggak apa-apa kok. Gue orangnya nyantai aja” kata Kyna.

“Pernah kepikiran enggak mau ML?” Kyna kembali bertanya. “Hah? Dengan siapa?” tanya saya terheran-heran.

“Dengan Arif. Semalam gue cerita ke Arif dan Arif mau aja ML dengan kamu” “Ah gila loe Kyna” jawab saya. “Mau enggak?” desak Kyna.

“Terus kamu sendiri gimana?” tanya saya dengan heran.

“Saya sih cuek aja. Kalo bisa bikin teman senang, kenapa enggak?” kata Kyna.

“Ya boleh aja deh” kata saya dengan deg-degan. “Mau sekarang di rumahku?” kata Kyna.

“Boleh” Saya naik mobil Kyna dan kami berdua langsung meluncur ke Pondok Indah. Setiba di sana, saya mandi di kamar mandi karena panas sekali. Sambil mandi, perasaan saya antara tegang, senang, merinding.

Semua bercampur aduk. Selesai mandi, saya keluar kamar mandi mengenakan BH dan celana dalam. Saya pikir tidak ada orang di kamar. Saya duduk di meja rias sambil menyisir rambutku yang panjang. Tiba-tiba saya kaget karena Kyna dan Arif muncul dari balkon kamar Kyna. Rupanya mereka berdua sedang menunggu saya sambil mengobrol di balkon.

“Halo Jeny” kata Arif sambil tersenyum. Saya membalas tersenyum lalu berdiri. Arif memperhatikan tubuhku yang hanya ditutupi BH dan celana dalam. Tubuh Arif sendiri tinggi dan tegap. Arif masih campuran Belanda Menado sehingga terlihat sangat tampan. “Hayo, langsung aja. Jangan grogi” kata Kyna bagaikan germo.

Arif lalu menghampiriku kemudian ia mencium bibirku. Inilah pertama kali saya dicium di bibir. Perasaan hangat dan getaran menyelimuti seluruh tubuhku. Saya membalas ciuman Arif dan kita berciuman saling berangkulan.

Saya melirik ke Kyna dan saya melihat Kyna sedang mengganti baju seragamnya ke daster. Arif mulai meremas-remas payudaraku yang berukuran 34C. Saya membuka BH-ku sehingga Arif dengan mudah dapat meremas seluruh payudara.

Tangan kirinya diselipkan kedalam celana dalamku lalu vaginaku yang tidak ditutupi sehelai rambut mulai ia usap dengan perlahan. Saya menggelinjang merasakan jari jemari Arif di selangkanganku. Arif lalu mengangkat tubuhku dan dibaringkan ke tempat tidur. Arif membuka baju seragam SMA-nya sampai ia telanjang bulat di hadapanku.

Mulut saya terbuka lebar melihat kontol Arif yang besar. Selama ini saya membayangkan kontol Arif dan sekarang saya melihat dengan mata kapala sendiri kontol Arif yang berdiri tegak di depan mukaku. Arif menyodorkan kontolnya ke muka saya. Saya langsung menyambutnya dan mulai mengulum kontolnya.

Rasanya tidak mungkin muat seluruh kontolnya dalam mulutku tetapi saya mencoba sebisaku menghisap seluruh batang kontol itu. Saya merasakan tangan Arif kembali memainkan vaginaku. Gairah saya mulai memuncak dan hisapanku semakin kencang.

Saya melirik Arif dan kulihat ia memejamkan matanya menikmati kontolnya dihisap. Saya melirik ke Kyna dan Kyna ternyata tidak mengenakan baju sama sekali dan ia sudah duduk di tempat tidur. Arif lalu membalikkan tubuhku sehingga saya dalam posisi menungging.

Saya agak bingung karena melihat Kyna bersimpuh dibelakang saya. Ah ternyata Kyna kembali menjilat vagina saya. Nafas saya memburu dengan keras menikmati jilatan Kyna di kemaluan saya. Di sebelah kanan saya ada sebuah kaca besar dipaku ke dinding.

Saya melirik ke arah kaca itu dan saya melihat si Arif yang sedang menyetubuhi Kyna dalam posisi doggy style sedangkan Kyna sendiri dalam keadaan disetubuhi sedang menikmati vaginaku. Wah ini pertama kali saya melihat ini. Saya melihat wajah Arif yang ganteng sedang sibuk ngentot dengan Kyna. Gairah wajah Arif membuat saya semakin horny.

Sekali-kali lidah Kyna menjilat anus saya dan kepalanya terbentur-bentur ke pantat saya karena tekanan dari tubuh Arif ke tubuh Kyna. Tidak berapa lama, Arif menjerit dengan keras sedangkan Kyna tubuhnya mengejang. Saya melihat kontol Arif dikeluarkan dari vagina Kyna. Air maninya tumpah ke pinggir tempat tidur.

Arif terlihat terengah-engah tetapi matanya langsung tertuju ke vagina saya. Bagaikan sapi yang akan dipotong, Arif dengan mata liar mendorong Kyna ke samping lalu ia menghampiri diriku. Arif mengarahkan kontolnya yang masih berdiri ke vaginaku. Saya sudah sering mendengar pertama kali seks akan sakit dan saya mulai merasakannya.

Saya memejamkan mata dengan erat merasakan kontol Arif masuk ke vaginaku. Saya menjerit menahan perih saat kontol Arif yang besar mencoba memasuki vaginaku yang masih sempit. Kyna meremas lenganku untuk membantu menahan sakit.

“Aduh, tunggu dong, sakit nih” keluh saya. Arif mengeluarkan sebentar kontolnya kemudian kembali ia masukkan ke vaginaku. Kali ini rasa sakitnya perlahan-lahan menghilang dan mulai berganti kerasa nikmat. Oh ini yang namanya kenikmatan surgawi pikir saya dalam hati. Kontol Arif terasa seperti memenuhi seluruh vaginaku.

Dalam posisi nungging, saya merasakan energi Arif yang sangat besar. Saya mencoba mengimbangi gerakan tubuh Arif sambil menggerakkan tubuhku maju mundur tetapi Arif menampar pantatku.

“Kamu diam aja, enggak usah bergerak” katanya dengan galak. “Jangan galak-galak dong, takut nih Jeny” kata Kyna sambil tertawa. Saya ikut tertawa. Kyna berbaring di sebelahku kemudian ia mendekatkan wajahnya ke diriku lalu ia mencium bibirku! Wah, bertubi-tubi perasaan menyerang diriku. Saya benar-benar merasakan semua perasaan seks dengan pria dan wanita dalam satu hari.

Awalnya saya membiarkan Kyna menjilat bibirku tetapi lama kelamaan saya mulai membuka mulutku dan lidah kami saling beradu. Saya merasakan tangan Arif yang kekar meremas-remas payudaraku sedangkan tangan Kyna membelai rambutku.

Saya tak ingin ketinggalan, saya mulai ikut meremas payudara Kyna yang saya taksir berukuran 32C. Kurang lebih lima menit kita bertiga saling memberi kenikmatan duniawi sampai Arif mencapai puncak dan ia ejakulasi.

Saya sendiri merasa rasanya sudah orgasme kurang lebih 4 kali. Arif mengeluarkan kontolnya dari vaginaku dan Kyna langsung menghisap kontolnya dan menelan semua air mani dari kontol Arif. Saya melihat Arif meraih kantong celananya dan mengambil sesuatu seperti obat. Ia menelan obat itu dengan segelas air di meja rias Kyna.

Saya melihat kontol Arif yang masih berdiri tegak. Dalam hati saya bertanya-tanya bukankah setiap kali pria ejakulasi pasti kontolnya akan lemas? Kenapa Arif tidak lemas-lemas? Belakangan saya tau ternyata Arif memakan semacam obat yang dapat membuat kontolnya terus tegang. Setelah minum obat, Arif menyuruh Kyna berbaring ditepi tempat tidur lalu Arif kembali ngentot dengan Kyna dalam posisi missionary.

Kyna memanggil saya lalu saya diminta berbaring diatas tubuh Kyna. Dengan terheran-heran saya ikuti kemauan Kyna. Saya menindih tubuh Kyna tetapi karena kaki Kyna sedang ngangkang karena dalam posisi ngentot, terpaksa kaki saya bersimpuh disebelah kiri dan kanan Kyna. Saya langsung mencium Kyna dan Kyna melingkarkan lengannya ke tubuhku dan kami berdua berciuman dengan mesra.

Saya merasakan tangan Arif menggerayangi seluruh pantatku. Ia membuka belahan pantatku dan saya merasakan jarinya memainkan anusku. Saya menggumam saat jarinya mencoba disodok ke anusku tetapi Arif tidak melanjutkan.

Beberapa menit kemudian, Kyna menjerit dengan keras. Tubuhnya mengejang saat air mani Arif kembali tumpah dalam vaginanya. Saya mencoba turun dari pelukan Kyna tetapi Kyna memeluk tubuhku dengan keras sehingga saya tidak bisa bergerak. Tak disangka, Arif kembali menyodorkan kontolnya ke vaginaku.

Saya yang dalam posisi nungging di atas tubuh Kyna tidak bisa menolak menerima kontol Arif. Arif kembali memompakan kontolnya dalam vaginaku. Saya sebenarnya rasanya sudah lemas dan akhirnya saya pasrah saja disetubuhi Arif dengan liar.

Tetapi dalam hatiku saya senang sekali dientotin. Berkali-kali kontol Arif keluar masuk dalam vaginaku sedangkan Kyna terus menerus mencium bibirku. Kali ini saya rasa tidak sampai 3 menit Arif ngentot dengan saya karena saya merasakan cairan hangat dari kontol Arif memenuhi vaginaku dan Arif berseru dengan keras merasakan kenikmatan yang ia peroleh.

Saya sendiri melenguh dengan keras. Seluruh otot vaginaku rasanya seperti mengejang. Saya cengkeram tubuh Kyna dengan keras menikmati sensual dalam diriku. Arif lalu dalam keadaan lunglai membaringkan dirinya ke tempat tidur.

Kyna menyambutnya sambil mencium bibirnya. Mereka berdua saling berciuman. Saya berbaring disebelah kiri Arif sedangkan Kyna disebelah kanannya. Kita bertiga tertidur sampai jam 5 sore. Setelah itu saya diantar pulang oleh Kyna. **** Itu adalah pengalaman seksku yang sangat berkesan.

Bertahun-tahun kemudian saya sering horny tetapi saya harus memendam perasaan itu karena belum tahu cara melampiaskannya. Dan sekarang saya merasa senang sekali karena akhirnya bisa merasakan kenikmatan bersetubuh baik dengan pria maupun wanita. Masing-masing ternyata mempunyai kenikmatan tersendiri.

Cerita Sex 2016 | Cerita Dewasa | Cerita Mesum | Cerita Ngentot | Cerita Tante Sange | Cerita ABG Bispak | Cerita Memek Perawan | Cerita Sedarah | Cerita Telanjang | Tips Bercinta | Foto Hot Bugil