Cerita Sex Perjalanan Seks | Hasrat Sex
Obat Pembesar Penis VIMAX

Cerita Sex Perjalanan Seks

Alt/Text Gambar Alt/Text Gambar

Hasrat Sex Menyediakan konten khusus cerita dewasa berupa : sex tante hot, cerita abg mesum, sex memek perawan, sex sedarah nyata, ngentot janda horny disertai foto bugil – Perjalanan Seks. Secara singkat aku serorang pria dengan tubuh yang seterek usiaku yang 25 tahun sudah bekerja di perusahaan tinggi, aku setiap hari weekend selalu di tempat fitness dekat kantorku, aku mau makan berapa kali dalam sehari tetap saja tidak gemuk, dan berat badanku selalu ideal, oya aku juga sering membaca cerita dewasa di berbagai web salah satunya disini, dan kali ini aku akan berbagi pengalamanku soal sex.

Cerita Dewasa Perjalanan Seks

 cerita sex terbaru, cerita dewasa, cerita mesum terbaru, cerita sex mesum, cerita mesum 18, cerita mesum baru, cerita mesum terkini, cerita mesum 17, cerita mesum terhot, koleksi cerita mesum, mesum cerita, kumpulan cerita mesum bergambar, galeri cerita mesum, cerita mesum paling panas, cerita mesum dan fotonya

Dalam cerita ini sebut saja nama saya Andi. Bulan desember 2015, saya mengambil cuti selama seminggu untuk menikmati perjalanan wisata. Maklum untuk melepas rasa lelah dan stress setelah bekerja sepanjang tahun dan termasuk hobby saya juga untuk sering bepergian ke suatu tempat yang tidak pernah saya kunjungi tetapi mempunyai teman yang tinggal di tempat yang akan saya kunjungi.

Setelah bersusah payah selama 2 hari (maklum lagi holiday season) akhirnya saya mendapatkan tiket ke Medan. Lalu saya SMS Mawar di Medan, “Besok gue mau ke Medan. Bisa jadi guide gue gak nih?” Tidak berapa lama langsung dibalasnya, “OK. Datang saja.

Pasti lu juga bercanda. Dari dulu katanya mau datang tapi gak pernah datang. Hehehehe”. Setelah cukup lama ber-SMS ria dengan tetap saja dia tidak percaya akhirnya saya putuskan untuk memberikan kejutan saja besok siang kalau sudah sampai di Medan.

Mawar, 23 tahun, berkulit agak putih sama seperti warga keturunan lainnya dengan tinggi sekitar 158 cm. Kami berkenalan lewat chatting di internet selama hampir 1 tahun tetapi tidak pernah bertatap muka langsung.

Hanya melakukan kontak SMS, email dan chatting saja. Walau tidak pernah ketemu kami tetap bisa menjalin hubungan antara teman dan kadang-kadang juga bertukar foto, jadi masing-masing paling tidak mengenal wajah jika saling ketemu.

Akhirnya besoknya saya berangkat ke Medan dengan mengambil penerbangan pertama JakartaMedan. Selama hampir 2 jam, 15 menit kemudian pesawat mendarat di bandara Polonia, Medan. Setelah membereskan barang bawaan saya, saya langsung memesan taksi untuk mengantarkanku ke salah satu hotel yang ada di Medan dan segera check in, lalu saya menelepon Mawar.

“Hello, Mel? Dimana lu?” “Andi? Gue lagi jalan-jalan di Thamrin Plaza. Emang kenapa? Mau ikut?” “Wah kalo boleh sih mau dong. Tapi minta dijemput boleh gak? gue gak tau jalan di sini” Terdengar suara dengan nada yang agak tidak percaya.

Emangnya lu ada di mana? Medan? Bisa bercanda aja lu. Boleh deh gue jemput kalo lu di Medan. Hahahaha..” “Benar lho.

Ditunggu. Awas kalo nggak datang. Ke Novotel kamar 313.” Masih dengan nada suara yang tidak percaya. “Yang bener? Gue gak percaya ..” “Bener! Kalo nggak percaya telepon aja ke resepsionis Novotel, tanya nama yang check ini kamar 313. Sini cepat!”

“OK. Awas kalau lu boongin gue” Setengah jam kemudian terdengar bunyi bel. Dag dig dug juga hati saya, soalnya saya belum pernah ketemu Mawar secara langsung. Ketika pintu saya buka, wow, sepertinya saya bertemu bidadari yang turun dari langit.

Tidak kusangka Mawar yang saya kenal selama ini lewat chatting bisa secantik ini padahal di foto yang dia kirim biasa-biasa saja. Dengan rambut sebahu, wajah yang oval dan bibir seksi yang dihiasi lipstik tipis serta bau parfum yang semakin menambah keanggunan dirinya.

cantiknya sampai saya terbengong menatapnya. “Andi?” tanya Mawar membangunkan saya dari lamunan. “Iya ya ya?”, jawabku sekenanya saja. Untuk menghilangkan rasa gugup saya langsung saja kujulurkan tanganku untuk menyalaminya dan balik bertanya.

“Mawar?”, dan langsung disambutnya tanganku. Ternyata tangannya juga halus. Tangan cewek sih. Pasti dirawat dengan baik.

“Akhirnya kita ketemu juga ya”, kataku membuka pembicaraan setelah Mawar kupersilahkan masuk.

“Iya, gak sangka juga kalo lu nekat ke Medan”

“Abis udah hampir semua propinsi di Indonesia sudah pernah saya kunjungi. Cuma Medan yang belum termasuk Danau Tobanya. Hehehehe” “Emang mau berapa lama lu mau di sini?”

“Seminggu aja. Kurasa cukup kan gue menikmati suasana di sini?” “Cukuplah. Lagian tempat nongkrong di Medan dikit.”

Ok deh. Lu jadi guide gue ya?”

“OK” Setelah ngobrol cukup lama Mawar minta pulang istirahat dan besok akan menemani saya jalan-jalan di Medan. Besoknya pagi-pagi Mawar sudah mengajak saya keliling kota Medan. Ternyata cuma butuh 2 hari saja, seluruh tempat wisata di dalam kota sudah saya kunjungi dan cuti saya tinggal 4 hari lagi. Ternyata di hari ke-3 Mawar mengajak saya ke Danau Toba dengan tour.

Katanya belum terasa ke Medan kalo tidak ke Danau Toba. Saya sih okok aja. Perjalanan dari Medan ke Toba lewat Tebing Tinggi dan Pematang Siantar membutuhkan waktu 5 jam lebih. Dari siang berangkatnya, jadi sore sampainya di Prapatan. Belum lagi untuk pergi ke Pulau Samosirnya dan pukul 6 sore baru sampai di sana, lalu check in ke kamar.

Setelah makan malam bersama rombongan tour, kami berdua akhirnya kembali ke kamar. Di kamar hanya tinggal kami berdua, ngobrol dan minum bir ringan. Jam sudah hampir menunjukkan 11.30 malam ketika keheningan melanda pembicaraan kami berdua. Semua topik sudah habis dibahas untuk malam itu. Untuk itu kutekan saja remote control TV.

Wow, ternyata adegan yang muncul adalah blue film dan bukanlah berita gosip semata bahwa banyak hotel menyediakan blue film untuk tontonan tengah malam. Maunya langsung saya memindahkan saluran itu tapi dicegah oleh Mawar.

“Nonton aja kalau mau. Gue gak apa-apa kok”, katanya dengan nada cuek. Wah ini anak apa udah biasa nonton yang begituan, pikir saya. Ya saya biarkan saja film itu terus berlanjut dengan seorang cewek jepang digenjot seorang bule dari belakang.

Doggy style kata orang. Bunyi desahan dari sang cewek dan lenguhan sang cowok memenuhi keheningan ruangan kamar kami berdua. 15 menit kemudian gaya mereka berganti menjadi missionary style. Gaya yang umum dengan cewek tidur terlentang dengan kaki menjepit pinggang cowok dan cowok menindih dari atas.

Hanya kaki sang cewek yang berpindahpindah dengan gaya ini kadang menjepit pinggang cowok kadang diangkat ke atas pundak sang cowok. Saking seriusnya saya menonton, tidak tahunya ternyata Mawar sudah terangsang berat karena film itu.

Ketika saya berbalik, pakaian bagian atasnya sudah setengah terbuka dan dia sendiri menggesek-gesekkan tangan ke daerah kemaluannya. Desahannya masih agak tertahan mungkin karena saya ada di sana. Terkejut juga saya dengan aktivitasnya.

Maklum dengan umur segini saya tidak pernah melihat bagian sensitif cewek secara langsung paling juga lewat film sama majalah saja, apalagi melakukan kegiatan hubungan intim dengan lawan jenis. “Andio, uuh, bisa bantuin gue gak? uuhh..”, lenguhannya sedikit mengeras. Kutelan ludah sendiri dengan pemandangan di depan mataku.

Tidak tahu harus berbuat apa saya. Lalu kutanya balik, “Bisa kubantu apa?”. “Bantu puasin gue Andi, ayolah Andi, kemari, uuhh”, ujarnya dengan tangan kiri tetap menggosok bagian kemaluannya yang masih terbungkus celana dalam putih dan kelihatannya sudah basah serta tangan kanan meremas payudara sebelah kanan yang terbuka.

Dengan hati yang berdebar-debar dan kaki serta tangan gemetaran kudekati Mawar. Dia kelihatan masih tenang dan masih bisa tersenyum melihat tingkah laku saya yang kikuk dan serba salah walau dalam keadaan terangsang berat. Dalam darah saya juga terasa berdesir dan kemaluan saya terasa mulai menegang.

Benar-benar pengalaman yang mendebarkan. Belum sampai 3 langkah saya mendekat, tangan saya sudah ditarik Mawar ke arahnya. Dan langsung mulut saya dilumatnya dengan penuh nafsu. “Uuuhhmm, uuhhmm”, tersumbat sudah suara yang mau keluar dari mulutku.

Baru pertama kali ini saya dicium seorang cewek. Cewek yang cantik dan penuh dengan nafsu sampai terasa sulit bernafas. Ternikmat.com Selama hampir 5 menit kami saling berciuman tanpa lepas. Semula tangan saya yang diam mulai dituntun Mawar untuk meremas payudaranya dan lenguhannya semakin menunjukkan bahwa Mawar sudah benar-benar terangsang dan melupakan lingkungan sekitarnya.

Mungkin yang ada di otaknya adalah bagaimana mendapatkan kepuasan, kepuasan biologis. Diberi angin seperti itu saya yang semula pasif mulai berlaku aktif. Kulepaskan tali piyamanya dan terbukalah tubuh bagian atas Mawar yang putih bersih dengan sebuah cup BH yang telah terbuka.

Tidak puas, lalu kubuka kait BH dan mencuatlah kedua payudara yang biasa disebut bukit kembar yang sangat sangat menantang, ukuran 32B dari ukuran BH-nya yang dipakai. Payudara yang benar-benar terawat dengan baik, putih dan puting yang kemerah-merahan.

“Ayo Andi, puasin gue, hisap dong”, katanya sambil menuntun tangan dan kepalaku ke arah bukit kembarnya.

Uuuhh, oohh, terus Andi, terus, uuhh..” Kucium dan kuhisap terus kedua bukit itu secara bergantian dari kiri ke kanan.

Sedangkan kedua tangan Mawar terus meremas rambutku dan menekan kepalaku ke bukit kembarnya sampai sulit bernafas juga saya. “Ooohh Andi, hisap yang kuat, aahh, oohh.. come on baby, ohh”, ujarnya sambil mempermainkan kedua bukitnya.

Tangan kananku dituntun Mawar untuk mulai meraba dan menggesek-gesek kemaluannya, celana dalamnya benar-benar sudah basah sebelum akhirnya kutarik lepas. Dan Mawar sekarang dalam keadaan polos tanpa apapun yang melekat di tubuhnya. Hampir 10 menit saya mempermainkan kedua bukit itu sampai akhirnya Mawar mengangkat kepala saya dan meminta saya berhenti.

Sekarang giliran gue untuk memberimu kenikmatan Andi..” Belum sempat saya berkata apapun saya sudah ditelentangkan di tempat tidurku dan Mawar mulai melucuti pakaian tidurku satu per satu hingga tinggal celana dalam saja.

“Wow burung lu lumayan juga. Sini saya belai dulu biar jadi perkasa..”. Ketika tangannya baru menyentuh kemaluanku, sudah terasa ada getaran yang mendebarkan, tetapi masih terganjal celana dalam sehingga belum terasa lepas.

Baru pertama kali pula kemaluan saya dipegang oleh seorang cewek. Setelah menggosokkan tangannya beberapa kali, celana dalam saya langsung ditariknya lepas dan bebas sudah ganjalan celana tadi

“Lumayan, lumayan, gak terlalu buruk untuk cowok seperti lu yang agak kurus” Nggak tahu itu sindiran atau pujian. Berdiri sebentar, Mawar lalu menunduk dan, apa yang dilakukannya, Mawar menjulurkan lidahnya ke ujung kemaluanku.

Sensasi yang terasa pertama kali sungguh tak terlupakan. Sulit untuk melukiskan perasaan saya saat itu. “Uuhh..”, hanya kata itu yang keluar dari mulutku. Melihat keadaan saya yang demikian semakin membuat Mawar bisa mengatur tempo untuk memberikan sensasi buat saya.

Mula-mula hanya ujung lidah dan kemaluan sampai akhirnya hanya pangkal kemaluan saya yang nampak setelah Mawar melakukan oral seks untukku. Mulutnya maju mundur dan berputar lidahnya di kemaluan saya, sedang saya hanya bisa melenguh.

Lenguhan kenikmatan yang tiada tara sampai akhirnya saya merasakan sesuatu yang mendesak ingin keluar dari kemaluanku. “War, aku, ohh, mau keluar, uhh, oohh” Mendengar itu Mawar semakin mempercepat tempo sampai akhirnya,

war, keluar War , oohh, War, aahh” Ditelannya habis semua air maniku tanpa sisa. Kemaluanku langsung lemas, dan Mawar tersenyum padaku. “Andi, kamu lumayan, nggak kalah dengan yang lain, minum ini dulu lalu nanti kita lanjutan” Disodorkannya minuman yang dibawa di tasnya.

Saya tidak tahu apa itu tapi saya minum saja. Baru 10 menit terasa tenaga saya jadi pulih lagi dan kemaluan saya mulai menegang lagi. “Nah lihat tuh, kita bisa mulai fase kedua nih Andi..

” Mawar lalu tidur telentang dengan kedua kakinya terjulur ke lantai.

“Sini dan sekarang giliran lu” Saya menghampirinya lalu dituntunnya kepala saya ke kemaluannya.

Baru pertama kali pula saya melihat dari dekat kemaluan cewek. Lalu disuruhnya menjilat. Mulanya enggan juga saya. Tapi akhirnya mau karena kemaluannya kulihat terawat bersih dan rapi. Ada bau sedikit amis tapi khas wanita dan cairan putih bening keluar dari sana. Kujilat klitorisnya dulu. “Uuuhh, that’s right Andi, terus, oohh, uuhh, uuhhmm”, lenguhnya.

Sementara saya terus melakukan aktivitas di kemaluannya, kujilat dan kugigit kecil klitoris dan bibir kemaluannya sehingga lenguhan Mawar semakin menjadi jadi. “Ooohh, aahh, oohh, uuhh, terus Andi, go on baby, oohh”

“Yeah, that’s so damn goodd Andio, oohh, aahh make me fly, oohh”, mendengar suara seperti itu semakin menambah rangsangan untukku. “Andi, now, now, masukin Andi, oohh.. aku sudah pengen, aahh”, desahnya ketika kugigit kecil bibir kemaluannya.

Lalu kuatur posisiku dengan gaya missionary. Agak canggung juga karena ini adalah pertama kalinya saya melakukan hal ini. Melihat itu tangan Mawar memegang kemaluanku dan menuntunnya ke arah kemaluannya. Mula-mula masih agak sulit karena saya agak gemetaran juga. Setelah beberapa menit mencoba akhirnya masuk juga.

“Uuuhh..”, terasa ada sensasi yang sedikit berbeda dibandingkan ketika dioral. Terasa sedikit perih dan hangat ketika masuk. Lalu kulakukan penetrasi sedikit demi sedikit dan pelan. “Ooohh, thank god, yes, uuhh, aahh oohh..” Lenguhan Mawar memang sangat merangsang. Setiap kemaluan saya masuk maka suara desah “Uuuhh..” keluar dari mulut Mawar dan ketika kutarik yang keluar adalah “Aaahh..”.

Selama 10 menit kami berganti posisi. Sekarang adalah posisi Doggy Style, dengan bertumpu kepada kedua tangannya, Mawar menikmati setiap genjotan dan hentakan saya dari belakang. “Uuuhh, yees, yeess.. oohh yess.. oohh yess, come on Andi..” Suara pantat dan bagian tubuh bawah saya beradu menimbulkan bunyi tepukan.

Pantat Mawar yang begitu padat berisi, menambah rasa gemas saya untuk terus meremasnya. Ternikmat.com Belum cukup juga saya dalam posisi ini, saya tetap berusaha untuk meremas kedua payudaranya dan beradu mulut dengan tetap mempertahankan irama genjotan saya.

Aku tidak tahu apa yang telah diberikan Mawar kepada saya sehingga saya bisa bertahan begitu lama. “You, oohh are aahh greaat Andio, oohh, aahh, oohh, aahh..” Kemaluan Mawar yang masih terasa sempit semakin menambah terus nafsu saya untuk terus mengenjotnya.

Mungkin saya tidak tahu akau adalah orang ke-berapa yang ML dengannya, tapi ini memberikan saya pengalaman luar biasa yang tidak akan saya lupakan. “Ooohh Warl, lu juga heebbaatt, aah, oohh, uuhh, kemaluanmu masih kencang dan sempit, aahh, oohh oohh, war” Setelah hampir 20 menit kemudian, baru terasa ada yang mau keluar.

“Waar, aku, aku mau keluar, oohh, uuhh..” “Iya.. genjot la..ggii Andi, aakkuu juga mau keluar, uuhh aahh” “Di dalam atau di luar nihh, oohh” “Da.. lam saja biar terasa, jangan kuuaatiir, oohh” Saya semakin mempercepat gerakan maju mundur dengan diimbangi gerakan Mawar juga.

Suara kecipak semakin memenuhi ruangan kamar. “Aaakkuu keelluuar, aahh aahh..” “Aaakkuu juga, Andio.. oohh..” Hentakan terakhir, kudorong dalam-dalam kemaluan saya ke dalam kemaluan Mawar yang diikuti dengan gerakan punggung Mawar melengkung ke bawah dan dengan kepala mendongak ke atas pertanda dia juga telah mengalami klimaks.

Tanganku masih memegang pinggang Mawar. Masih bertahan 1-2 menit dalam posisi doggy style sebelum akhirnya Mawar meletakkan badannya ke bawah dan telungkup dan saya mencabut kemaluaan saya lalu mendekapkan badan saya ke Mawar dan membisikkan kata mesra.

“Lu hebat war. Saya jadi suka dan sayang sama lu.” “Terima kasih Andi, lu telah memberikan kepuasan yang telah saya dambakan selama ini” “Kembali War, dari lu gue telah belajar sesuatu yang hebat..”

“Saya juga suka sama kamu, makanya saya tidak segan untuk melakukan ini denganmu, Andi. Dan apa yang kita lakukan ini hanya suka sama suka. Just a friend, OK?” Agak kaget juga saya mendengarnya tapi masih bisa kukuasai diriku.

“Ok War, we always be a friend” Akupun membelai mesra dia sampai akhirnya kami berdua tertidur tanpa sehelai benang pun. Keesokan harinya kami kembali menikmati perjalanan wisata, hanya saja dengan keadaan yang sedikit lebih mesra setelah apa yang kami alami semalam.

Sampai akhirnya waktu cuti saya habis di Medan dan pulang kembali ke Jakarta. Di hari kepulangan saya, Mawar tetap mengantarku ke bandara untuk pulang ke Jakarta. Mawar sekarang melanjutkan studi ke Amerika dan aku tidak tahu kapan ia akan kembali.

Mawar, Mawar, i always remember what you have tought me! Tidak rugi perjalanan saya kali ini ke Medan. Sangat sangat special jika dibandingkan dengan semua perjalanan wisata saya selama ini.

Cerita Sex 2016 | Cerita Dewasa | Cerita Mesum | Cerita Ngentot | Cerita Tante Sange | Cerita ABG Bispak | Cerita Memek Perawan | Cerita Sedarah | Cerita Telanjang | Tips Bercinta | Foto Hot Bugil