Cerita Sex Gesekan Antara Kelamin | Hasrat Sex
Obat Pembesar Penis VIMAX

Cerita Sex Gesekan Antara Kelamin

Alt/Text Gambar Alt/Text Gambar

Hasrat Sex Menyediakan konten khusus cerita dewasa berupa : sex tante hot, cerita abg mesum, sex memek perawan, sex sedarah nyata, ngentot janda horny disertai foto bugil – Gesekan Antara Kelamin. Kondisi kantor yang sekarang masih sepi soal kerjaan membuat Arya yang ada diruangannya melamun dengan gelar insinyur dia sedang duduk kepalanya disenderkan ke kursi sambil tangannya memutar bullpen yang sedang dia pegang, kelihatannya dia sedang menaruh kasih kepada seorang wanita yang lain adalah bawahannya sendiri namanya Sitha.

Cerita Dewasa Gesekan Antara Kelamin

Cerita Sex Pasangan Sange, ngentot Pasangan Sange, tempek Pasangan Sange, Pasangan Sange ngesex, Pasangan Sange dientot, kentu Pasangan Sange, Pasangan Sange hot, cerita Pasangan Sange
Cerita Mesum Gesekan Antara Kelamin

Dia memang cantik dan seksi. Di usianya yang baru mencapai 28 tahun, tubuhnya memang sempurna dan menantang birahi setiap pria yang memandangnya. Terutama dadanya yang terlihat amat membusung indah. Sitha ini sudah cukup lama bekerja di kantor itu. Ia kini menjadi Kepala Bagian Pemasaran dan Distribusi yang membawahi 70 orang karyawan. Berkali-kali Arya mengajak Sitha untuk makan malam, tetapi selalu ditolaknya.

Berbagai alasan diutarakannya. Capailah, atau alasan lain, mungkin dia sudah punya pacar. Inilah yang membuat Arya berpikir keras sejak tadi.

“Hmm.. gimana caranya supaya ia bisa takluk di pelukanku..? Nah.. aku tahu sekarang.. Aku akan menemui orang itu nanti malam..” tiba-tiba Arya teringat seseorang yang mungkin menjadi satu-satunya harapan untuk mendapatkan Sitha.

Dengan penuh semangat, ia mengemudikan mobilnya menuju sebuah hutan terpencil sekitar 15 kilometer dari rumahnya. Rupanya, orang yang ia tuju adalah seorang tua yang tidak lain adalah dukun ilmu hitam.

Namanya Mbah Za’in. Orang ini terkenal di seantero kota itu sebagai dukun santet yang amat sakti. Apapun keinginan orang yang datang padanya pasti tercapai. Ia belum pernah gagal. Orang yang datang padanya tinggal memberinya upah, baik uang ataupun barang yang lain.

Tidak jarang mereka menghadiahkan wanita untuk ditiduri oleh sang dukun. Tua-tua keladi, makin tua nafsunya makin jadi.

Saat Arya sampai di rumah tua itu, segera saja ia mengetuk pintu.

“Siapa di situ?” terdengar suara Mbah Za’in dari dalam.

“Permisi, Mbah.. boleh saya masuk..?” teriak Arya.

“Ya, silahkan..” jawab Mbah Za’in sambil membuka pintu kayu yang sudah agak reyot itu.

Setelah disuruh masuk, Arya langsung duduk di ruangan tengah rumah tua itu yang penuh dengan bau kemenyan. Bulu kuduknya terasa mulai berdiri. Diperhatikannya seluruh isi ruangan itu. Memang menyeramkan suasananya.

Ada tengkorak, kepala macan, kain-kain bergelantungan yang berwarna hitam dan merah darah, lalu seperti tempat pedupaan yang berada persis di hadapannya.

“Ada perlu apa, Nak Arya malam-malam kemari..?” tiba-tiba Sang Dukun bertanya.

Arya tentu saja kaget tidak kepalang. Ia tidak menyangka Mbah Zain mengetahui namanya. Benar-benar sakti.

“Eh.. anu Mbah.., saya butuh pertolongan.. saya suka dengan seorang gadis.. Sitha namanya, kebetulan bawahan saya sendiri di kantor.. tapi saya selalu ditolaknya bila saya mengajaknya keluar makan malam.. Nah ini fotonya..” jawab Arya dengan terbata-bata sambil mengeluarkan dari kantong kemejanya selembar foto close-up seorang gadis berambut panjang sebahu yang amat cantik.

“Oh begitu..” jawab Mbah Za’in sambil memegang foto itu dan kemudian mengelus-elus jenggot putihnya yang panjang.

“Bisa.. bisa.. tapi apa upahnya nanti kalo kau berhasil mendapatkan dia, heh..?”

“Jangan kuatir, Mbah.. Saya sediakan 100 juta rupiah buat Mbah.. dan kalo saya bisa mendapatkan dia malam ini juga, setengahnya saya berikan dalam bentuk cek sekarang juga.. Gimana Mbah..?”

“Baiklah..” jawab si dukun, “Kalo begitu buka pakaianmu.. kau cukup hanya mengenakan celana dalam saja, lalu duduklah dengan posisi bersila di hadapanku..”

Arya pun menuruti semua perintah si dukun. Setelah itu, Mbah Za’in kemudian membaca beberapa mantera dan menabur kemenyan di atas pedupaan di depannya. Tidak lama kemudian, terdengar petir menggelegar dan lampu ruangan itu tiba-tiba padam lalu hidup lagi.

Arya pun kemudian memejamkan matanya. Saat itu juga, roh sukma Arya seperti terlepas dari tubuhnya dan seperti melayang pergi ke luar rumah itu. Roh sukma Arya yang setengah telanjang itu bergerak menuju rumah Sitha yang berjarak sekitar 18 kilometer dari sana.

Di rumahnya, Sitha tengah berusaha tidur. Ia mengenakan daster putih yang amat transparan. Di baliknya, ia tidak mengenakan apa-apa lagi. Payudaranya yang berukuran 38 jelas terlihat, demikian juga dengan bulu-bulu kemaluannya yang menghitam.

Setiap malam, ia selalu tidur dengan cara begitu. Ia merasa gerah karena panasnya udara yang terus saja menaungi ruangan kamarnya. Tiba-tiba saat ia ingin terlelap, berhembuslah angin yang terasa menusuk sum-sum tubuh. Ia terbangun.

Jendela kamarnya tiba-tiba saja terbuka dan angin itu masuk. Dan memang angin aneh itu adalah terpaan roh sukma Arya kiriman sang dukun. Roh sukma Arya bisa melihat posisi tubuh Sitha tapi Sitha tidak melihat apa-apa. Ia hanya merasakan terpaan angin aneh itu.

Sekonyong-konyong seperti ada dua tangan kekar merobek baju daster Sitha. Sitha yang kaget menjadi ketakutan setengah mati. Ia berusaha melawannya. Tapi ia kalah cepat. Daster itu lebih dulu robek. Ia kini telanjang.

Dan roh sukma Arya dengan sengaja mendorong tubuhnya jatuh telentang ke ranjang. Dengan cepat roh Arya mencium bibir, wajah, leher dan payudara Sitha yang besar itu. Sitha berusaha melakukan perlawanan.

Tapi ia bingung, sebab ia merasakan ciuman-ciuman itu tapi sosok yang menciumnya tidak terlihat. Beberapa menit kemudian, karena putus asa, ia menyerah. Roh Arya kemudian membuka celana dalamnya. Lalu penisnya yang sudah membesar diarahkan ke mulut Sitha.

Karena sudah merasa terangsang oleh ciuman-ciuman itu, Sitha pun mulai mengulum penis besar tegak yang tidak kelihatan tapi terasa wujudnya itu. Ia mengulum, menghisap-hisap, dan menjilat penis itu. Kalau ada orang yang melihat Sitha saat itu, pastilah orang itu akan mengira bahwa Sitha sedang berpantomim dengan memperagakan gerakan oral seks.

Tapi Sitha memang merasa ada penis besar tegak sedang dihisap dan dijilat-jilatnya. Tanpa membuang waktu lagi, roh sukma Arya segera membuka kedua kaki Sitha. Tampak sekarang liang kewanitaannya yang sudah basah karena terangsang berat. Roh Arya pun segera mengarahkan penisnya ke liang kemaluan Sitha.

Dengan sekali dorongan, “Bless.. jeb.. bless..” masuklah penis besar tegak itu ke lubang senggama Sitha.
Sitha terlihat merem-melek merasakan senjata aneh itu keluar masuk di liang ajaibnya. Darah segar pun mengalir keluar dari vaginanya.

Darah perawan, karena memang selama ini Sitha belum pernah berhubungan dengan pria manapun. Karena merasa keenakan, Sitha pun mengimbanginya dengan menggerak-gerakkan tubuhnya ke atas, ke bawah dan berputar-putar.

Kemudian roh sukma Arya pun mengangkat tubuh Sitha dan menyuruhnya untuk menungging. Ia lantas menusukkan penisnya dari belakang. Dan penis itu pun masuk tanpa halangan lagi. Sitha terlihat menikmati tusukan penis itu.

Dan sejam kemudian, roh sukma Arya pun seperti akan mencapai puncak orgasmenya dan ia pun menumpahkan maninya ke sekujur tubuh Sitha yang saat itu telah tergolek tidak berdaya. Setelah puas, roh itu seolah-olah terbang kembali ke tempat asalnya.

Sitha yang kemudian tersadar, menjadi bingung dan bertanya-tanya apa sebenarnya yang telah terjadi. Tapi kemudian ia sadar bahwa sesosok makhluk tanpa bentuk telah menodainya dan ia tidak tahu siapa sebenarnya makhluk itu.

Ia lantas menangis tersedu-sedu. Nasi sudah menjadi bubur. Ya, keperawanannya telah hilang. Entah apa yang akan dikatakannya pada Robert, pacarnya bila akhirnya mereka menikah suatu hari nanti.

Sementara itu di rumah sang dukun, Arya yang telah berpakaian lengkap kembali, tersenyum puas.

“Terima kasih Mbah.. Ini cek senilai 50 juta yang tadi saya janjikan.. Saya akan memberikan sisanya bila Mbah mampu membuat Sitha menjadi tergila-gila pada saya..” ujarnya dengan senyuman licik di wajahnya.

“Oh.. itu gampang.. telan saja telur empedu rusa Kalamujeng ini.. dijamin besok pun gadis itu akan kau nikmati lagi kesintalan tubuhnya..” jawab si dukun sambil mengambil sebuah benda mirip telur hijau kecil dari kantong jubah lusuhnya.

Tanpa pikir panjang lagi, Arya menelan telur itu.

Keesokan harinya, apa yang dikatakan Mbah Za’in benar-benar terjadi. Saat suasana kantor pagi itu belum terlalu ramai, pintu kantor Arya diketuk seseorang. Ketika Arya menanyakan siapa yang mengetuk, suatu suara lembut berujar, “Maaf Pak.. saya ingin berbicara sebentar dengan Bapak..”
Mendengar suara itu, bukan main girangnya hati Arya.

Ya, itu suara Sitha. Inilah kesempatan yang ia tunggu-tunggu. Dengan bergegas ia membuka pintu itu, dan ternyata benar. Sitha tampak cantik berdiri di sana dengan mengenakan rok mini. Sebuah senyuman genit tampak di wajahnya.

Tanpa membuang waktu lagi, Arya menarik tangan Sitha. Ia lalu membawanya ke sofa besar di pojokan ruang kantornya itu. Dengan cepat ia mencium bibir Sitha dan Sitha pun membalasnya dengan semangat.

Tangan Arya pun segera menggerayangi tubuh mulusnya. Pertama-tama yang dituju adalah tentu saja buah dada besarnya.

Dibukanya kancing kemeja Sitha, lalu disingkapkannya BH-nya, dan segera saja payudara itu diremas-remasnya tanpa ampun. Sitha tentu saja menggelinjang hebat. Lalu ia dengan inisiatif sendiri membuka semua pakaiannya.

Melihat itu, Arya tak mau kalah. Penisnya sudah tegang seperti siap untuk berperang. Tanpa disuruh lagi, saat keduanya sudah telanjang total, Sitha jongkok dan meraih penis itu untuk dikulum, dihisap-hisap lalu dijilatnya sambil membelai-belai kantong zakar Arya.

Arya merasakan kenikmatan surga dunia yang tiada taranya. Kepala penisnya dijilat-jilat dengan penuh nafsu oleh Sitha. Setelah penis itu benar-benar tegak, kini giliran Arya yang mencoba membuat Sitha terangsang.

Diciuminya bulu-bulu kemaluan Sitha, lalu lidahnya dengan sengaja dijulurkan ke dalam vagina Sitha sambil berusaha menarik-narik keluar klitorisnya.

“Uh.. uh.. uh.. uh.. aduh nikmatnya.. Terus Bas.. terus..” kata Sitha dengan tangannya memegang kepala Arya yang kini sedang bergerilya di pangkal pahanya.

“Masukin sekarang aja, Bas.. kumohon, Sayangku..”

Mendengar itu, Arya segera mengajak Sitha bermain di atas meja kantornya yang cukup besar. Arya rebahan di sana dan Sitha langsung naik ke atas pahanya.

Posisi mereka berhadapan. Dengan penuh kelembutan, Sitha membawa penis Arya yang sudah tegak dan besar itu ke liang kenikmatannya. Dan ia pun dengan sengaja menurunkan pantatnya

Dan, “Bless.. bless.. jeb.. plouh..” penis itu tak ayal lagi masuk separuhnya ke lubang kemaluan Sitha.
Sementara Sitha terus saja naik turun di atas pahanya, Arya segera dengan posisi duduk meraih payudara Sitha dan mencium serta menghisapnya seperti seorang bayi yang sedang disusui oleh ibunya.

Setengah jam berlalu, tapi permainan birahi mereka belum juga menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Kemudian Arya turun dari meja itu, lalu menyuruh Sitha menungging dengan tangan berpegangan pada pinggiran meja itu.

Penisnya yang kini telah basah oleh cairan vagina Sitha kembali diarahkan ke lubang senggama Sitha.

Dengan sekali tancap, penis itu masuk.

“Bless.. bless.. clop.. plak.. plak..” terdengar bunyi daging paha keduanya bergesekan dengan keras.
Tiba-tiba saja, kedua mata Arya terbeliak yang berarti ia sebentar lagi akan ejakulasi.

“Di dalam atau di luar, Sit..?” tanyanya di tengah-tengah puncak nafsunya.

“Di dalam aja deh.. biar nikmat, Bas..” jawab Sitha seenaknya.

Dan benar saja, “Crot.. crot.. crot.. crot..” sebanyak sembilan kali semprot, mani Arya keluar di dalam liang senggama milik Sitha.

Sisa-sisa mani yang ada pada kepala penis Arya, kemudian dibersihkan oleh Sitha dengan lidah dan mulutnya. Bahkan sebagian di antaranya ada yang ditelan olehnya. Keduanya kemudian saling melemparkan senyum puas.

Sejak itu, Arya dan Sitha menjadi sepasang kekasih. Dimana pun mereka memiliki kesempatan, mereka selalu berhubungan seks. Sampai saat itu, Sitha tidak pernah tahu bahwa Arya lah yang pertama memperawaninya melalui roh sukmanya. Memang hebat ilmu hitam si Mbah Za’in..!

Cerita Sex 2016 | Cerita Dewasa | Cerita Mesum | Cerita Ngentot | Cerita Tante Sange | Cerita ABG Bispak | Cerita Memek Perawan | Cerita Sedarah | Cerita Telanjang | Tips Bercinta | Foto Hot Bugil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*