Cerita Sex Niat Mencicipi Vagina | Hasrat Sex
Obat Pembesar Penis VIMAX

Cerita Sex Niat Mencicipi Vagina

Alt/Text Gambar Alt/Text Gambar

Hasrat Sex Menyediakan konten khusus cerita dewasa berupa : sex tante hot, cerita abg mesum, sex memek perawan, sex sedarah nyata, ngentot janda horny disertai foto bugil – Niat Mencicipi Vagina. Perkenalkan namaku Fauzi ini cerita saat kau berumur 18 tahun, dimana saat dalam perjalanan menuju ke kota Jogya aku bertemu dengan guru SMP dulu namanya Ibu Bimala saat itu dia sedang sama suaminya, kami langsung akrab dan bercanda gurau, dan ada suatu perkataan kepadaku aku disuruh tingggal dirumahnya selama aku kuliah disana. Setelah mendapat ijin orang tuaku, akupun menerima tawaran baik mereka karna aku memang tidak punya kenalan diyogya.

Cerita Dewasa Niat Mencicipi Vagina

cerita sex Guru, cerita guru terbaru, cerita guru ngentot, kumpulan cerita guru ngentot, cerita hot ngentot, cerita nyata guru ngentot, koleksi cerita guru ngentot, kumpulan cerita ngentot terbaru
Cerita Mesum Niat Mencicipi Vagina

Setelah sebulan tinggal bersama aku tahu kalau Pak Jerry yang bekerja diluar pulau sering sekali berangkat, sementara kedua anaknya lebih memilih tinggal bersama neneknya dikalimantan untuk mernyelesaikan pendidikan dasar mereka.

Aku sering melihat Bu Bimala melamun sepulang dia dari mengajar disekolah. Bu Bimala juga sering cerita Namaku Fauzi, dan ini adalah ceritaku saat masih berumur 18 tahun. Saat berangkat ke Yogya untuk kuliah aku bertemu dengan Bu Bimala dan Pak Jerry suaminya. Bu Bimala adalah mantan guruku saat SMP dulu.

Setelah bercerita panjang lebar mereka menawarkan padaku untuk tinggal di tempat mereka selama aku kuliah. Setelah mendapat ijin orang tuaku, akupun menerima tawaran baik mereka karena aku memang tidak punya kenalan di Yogya.

Setelah sebulan tinggal bersama aku tahu kalau Pak Jerry yang bekerja diluar pulau sering sekali berangkat, sementara kedua anaknya lebih memilih tinggal bersama neneknya dikalimantan untuk mernyelesaikan pendidikan dasar mereka.

Aku sering melihat Bu Bimala melamun sepulang dia dari mengajar disekolah. Bu Bimala juga sering cerita panjang lebar padaku tentang kesepiannya dirumah selama ini. Dan aku selalu menjadi pendengar yang baik.

Dibalik sikap baik yang kuperlihatkan, terpendam hasrat yang ada sejak SMP dan tumbuh lagi sejak pertemuan kembali dengan Bu Bimala sekarang. Waktu SMP dulu aku paling bersemangat jika pelajaran Bu Bimala, selain cara mengajarnya yang enak aku bisa mengintip BH yang dia gunakan.

Antara kancing didada dan kerah lehernya terdapat celah yang sering terbuka, sehingga jika diperhatikan secara teliti, orang pasti bisa melihat pakaian dalam yang ia gunakan. Dan selama penagamatanku Bu Bimala selalu memakai BH warna Hitam.

Itu selalu menjadi santapanku setiap mata pelajarannya. Bahkan aku selalu memperhatikan gerak-geriknya selama disekolah. Waktu itu usianya 31 tahun, dengan wajahnya yang putih dan bentuk tubuhnya yang menawan membuatku selalu menjadikannya sebagai objek hayalan jika onani.

Sekarang diusianya yang ke 36 tdak terlihat kalau Bu Bimala telah memiliki 2 orang anak yang sudah SMP. Malah menurutku ia terlihat lebih menawan, terutama pada bagian pinggul dan dada ukuran 36 B yang lekukannya semakin terbentuk. Itu semua karena program BL yang diikutinya tiap senin dan kamis sore.

Awalnya aku cuma mengkhayalkan tubuh Bu Bimala jika sedang bermasturbasi. Kemudian aku melakukannya sambil memegang CD dan BH hitam milik Bu Bimala, sampai akhirnya aku berani menguping jika Pak Jerry yang pulang dan sedang bercinta denagn Bu Bimala.

Sambil mendengar desahan dan erangan erotis dari dalam kamar, tanganku asik mngocok batang kontolku yang lumayan besar. Dan bila sudah keluar kubersihkan dengan CD atau BH Bu Bimala yang akan dicuci besok.

Akhirnya muncul niatku untuk mencicipi lubang vagina Bu Bimala yang pasti sangat keset dan terawat. Aku melakukannya setelah 4 bulan tinggal disana, saat itu hari kamis dan suaminya sudah berangkat seminggu. Aku menunggu didalam kamar sambil membayangkan “malam pertama” yang akan kulalui bersama Bu Bimala. Saat dia pulang dari BL aku membukakan pintu rumah.

“Sore Fauzi.. baru pulang?” Sapanya ramah dan tersenyum padaku.

“Iya Bu.. baru aja” Balasku sambil mengangguk.

Kemudian dia pergi kedapur membuat segelas susu lalu diletakkan datas meja makan. Kemudian ia masuk kamar untuk mandi. Saat dia mandi, kumasukkan serbuk tidur yang kubeli di apotik kedalam susu yang akan diminumnya.

Sekitar 45 menit kemudian Bu Bimala keluar dari kamar, ia menggunakan daster motif bunga warna biru dengan panjang selutut tanpa lengan dengan belahan dada yang agak rendah, sehingga jika dia agak membungkuk belahan payudaranya yang indah akan tampak jelas terlihat olehku. Setelah mengambil susu di atas meja dia duduk menemaniku menonton TV di ruang tengah.

“Ada berita apa Fauzi?” Tanyanya sambil meminum susu.

“Biasa Bu.. politik gak ada habis-habisnya” Sahutku sambil mencuri pandang keketiaknya.

“Bapa ada nelepon gak?”Tanyanya lagi sambil menghabiskan susu di gelas.

“Belum Bu, mungkin masih ngelonin istri baru” Candaku.

“Nakal ya..” Tegurnya sambil mencubit pinggangku.

Aku tidak menghindar karena dengan itu aku bisa melihat belahan dadanya yang seperti ingin melompat dari dalam dasternya.

Sekitar 5 menit kemudian Bu Bimala mulai menguap dan kepalanya mulai jatuh karena sangat mengantuk.

“Fauzi ibu tidur duluan.. Gak tau kok ngantuk banget hari ini” Pamitnya.

“Mungkin tadi terlalu diforsir tenaganya Bu” Sahutku dengan tersenyum.

Kemudian Bu Bimala masuk kamar dan menutupnya. Setelah 10 menit menunggu aku mulai beraksi, kuketuk pintunya pelan tiga kali lalu kupanggil namanya, tak ada jawaban.

Kuulangi sekali lagi tetap tak ada jawaban, kuputar pegangan pintu dan kubuka dengan sangat perlahan dan kututup keras-keras. Bu Bimala tidak bereaksi di atas kasurnya.

Kulihat jam dinding, 18:13 masih banyak waktu pikirku. Aku naik keatas kasur lalu ku perhatikan wajahnya, cantik sekali. Kucium bibirnya dengan lembut, lalu kujilati wajahnya sampai basah kemudian ciumanku turun kelehernya.

Kusapu sekeliling lehernya dengan jilatan dan sedotan hingga memerah. Setelah puas kuturunkan kepalaku kedadanya, walau masih berpakaian lengkap tapi bisa kurasakan kekenyalan sepasang payudara yang indah itu.

Kedua tanganku secara perlahan tapi pasti meraih kedua bukit kembar itu lalu mengusapnya dengan lembut sementara kepalaku turun keselangkangnnya. Dibalik kain daster itu tercium aroma kewanitaan yang sangat merangsang.

Kuhirup puas-puas wangi yang memabukkan itu, sehingga mengakibatkan remasan-remasan yang kulakukan kepayudara Bu Bimala menjadi kasar dan tak terkendali. Tarikan napasku semakin berat seiring dengan hasrat yang semakin menggebu.

Kemudian aku membuka semua pakaian yang mnelekat ditubuhku, dan menutup mataku dengan kain. Setelah itu kubuka daster yang dikenakan oleh Bu Bimala kemudian kuatur posisi tubuhnya, Kedua tangan di atas kepala dan kaki yang membuka lebar.

Lalu kubuka kain penutup mataku, pemandangan yang erotis dan menantang langsung terlihat dihadapanku. Tubuh Bu Bimala yang tergolek lemah dan tak berdaya kini hanya ditutupi oleh BH hitam pada payudaranya yang montok dan CD pink yang menggembung pada selangkangannya. Batang penisku semakin tegak mengacung siap perang.

Kudekati tindih tubuh Bu Bimala yang tergolek lemah dan pasrah itu. Kucium bagian payudaranya yang tak tertutup BH, lalu tanganku menelusup kedalam BHnya dan meraih salah satu puting susunya kemudian memilin-milinnya.

Dengan napas yang makin memburu kusingkap BHnya keatas sehingga kedua payudaranya langsung membusung kedepan seakan mengundangku untuk menikmatinya. Kuciumi kedua payudaranya lalu kukulum, kusedot dan kugigit-gigit putingnya sampai memerah.

Setelah itu kulirik selangkangannya, CD pink Bu Bimala tak mampu menutupi beberapa helai rambut hitam yang menjulur keluar dari balik CD itu. Kutahan hasrat itu karena aku ingin menikmatinya saat Bu Bimala mulai sadar nanti.

Kuraih kedua payudaranya kuremas-remas dengan kasar lalu kuletakkan batang penisku diantara sepasang susu yang indah itu. Kemudian aku mulai menggerakkan pinggulku maju mundur, rasanya nikmat sekali walau pasti tak senikmat jika masuk kelubang vaginanya batinku.

Pelan tapi pasti rasa nikmat mulai merasukiku, napasku mulai tersengal dan desahan mulai keluar darimulutku tanpa diminta. Butir-butir keringat makin mengalir deras, kukulum bibir Bu Bimala sejenak lalu kulanjutkan kembali genjotanku tanpa kenal lelah. Kulihat tubuh Bu Bimala mulai berguncang karena gerakanku yang makin hebat.

Sekitar 10 menit berlalu dan aku sudah lelah menahan, kuputuskan untuk segera mengeluarkannya. Gerakan pinggulku makin kupercepat dan kedua payudaranya makin kurapatkan. Rasa nikmat tak terlukiskan mulai menjalari batang penis dan menyebar keseluruh tubuhku.

Cairan putih kental dari kepala penisku dan membanjiri permukaan tubuh indah Bu Bimala yang tergolek diam. Kukocok batang penisku sambil memuntahkan cairan spermaku kewajahnya, desahan-desahan nikmat keluar dari mulutku.

Setelah selesai aku beristirahat sejenak sambil menatap tubuh Bu Bimala yang hanya tertutup oleh CD saja. Kemudian kuambil lap dan air hangat yang memang sudah kupersiapkan, kubersihkan setiap bagian tubuhnya yang terkena siraman spermaku.

Setelah itu kucium-cium sebentar lalu kupasangkan lagi BHnya, kemudian kubongkar lemarinya kucari baju yang biasa digunakan Bu Bimala kesekolah. Setelah dapat kupakaikan ketubuhnya. Samar-samar terlihat sekali kalau baju itu membentuk lekukan yang sangat indah aku berdecak kagum. Kemudian aku menunggu dia bagun sambil memainkan payudaranya yang indah.

Aku duduk disampingnya saat Bu Bimala mulai membuka matanya. Cahaya lampu tampak menyilaukan matanya, kuperhatikan bagian dadanya yang terbuka. Batang penisku perlahan tapi pasti kembali mengeras melihat pemandangan yang erotis itu.

“Jam berapa ini Fauzi?” Tanyanya sambil mengucek mata.

“10 lewat 5 jawabku” Sementara mataku terus menatap kebelahan dadanya.

“Huuaah.. masih malam toh.. lagi ngapain kamu” Tegurnya sambil merentangkan tangan, otomatis belahan payudaranya terlihat sampai BHnya. Dan itu membuatku menjadi lupa diri.

“Lagi liat ini Bu..” Tanganku langsung meremas salah satu payudaranya yang montok.

“Jangan kurang ajar kamu ya” Bentaknya sambil menepis tanganku dan menutupi bagian dadanya yang terbuka.

Sambil mendekatinya kuceritakan semua yang baru saja kulakukan tadi. Wajahnya tampak memerah karena kaget dan tak percaya. Tiba-tiba aku langsung memeluknya, dan mencium bibirnya. Tak sampai disitu, kurebahkan tubuhnya keatas ranjang dan kuhimpit dengan tubuhku. Kulanjutkan aktifitasku, mencium dan melumat bibirnya.

“Jangan Fauzi.. Ini dosa” Pinta Bu Bimala lirih.

Tapi aku terus menciuminya, tanganku mulai menyusup kebalik baju Bu Bimala. Bu Bimala menangkisnya, dengan sedikit gerakan aku berhasil menepisnya dan terus menyusup masuk sampai menyentuh payudara Bu Bimala yang masih terbunkus BH.

Aku meremas lembut payudaranya yang montok itu. Bu Bimala mendesah, aku terus meremas tidak lupa ciumanku terus melumat bibirnya. Aku mengalihkan ciumanku ke lehernya. Bu Bimala kembali mnedesah, jemari tanganku mulai nerayap kepunggungnya, dan terus melepas tali BHnya.

“Berhasil” Batinku. Bu Bimala tersentak.

“Kita tidak boleh melakukan ini Fauzi” sambil mendorongku kesamping.

“Memang tidak boleh sih.. tapi..”

Aku kembali merangkul Bu Bimala, kali ini ciumanku lebih ganas dari pada yang pertama. Mulai dari bibir ke telinga terus menjalar ke lehernya. Jemari tanganku melanjutkan aksi lagi menarik keatas BH terus meremasnya, memuntir-muntir putingnya.

Bu Bimala pasrah dan kelihatan mulai panas dengan permainan yang kuterapkan. Aku mengangkat tubuh Bu Bimala dan membuka baju serta BHnya, akupun demikian. Bu Bimala tampak takjub melihat batang penisku.

Aku memulai kembali aksiku, kali ini ciumanku kuarahkan ke payudaranya. Bu Bimala menggeliat, apalagi tanganku menyentuh payudaranya yang satu lagi. Kami berdua telah bermandikan keringat, tangan Bu Bimala menjambak rambutku.

Permainanku jemariku mulai merangkak ke bawah dan berusaha menyelusup kebalik rok dan CDnya. Bu Bimala tidak lagi menangkisnya. Jemari tanganku menyentuh rambut kelaminnya, lalu jemariku menggesek-gesek sekitar liang vagina Bu Bimala.

Bu Bimala mendesah panjang dan membenamkan kepalaku kepayudaranya, untuk mendapatkan kenikmatan lebih. Setelah beberapa lama, ciumanku mulai merangkak kebawah sampai kebatas rambut vaginanya yang sedikit terbuka.

Aku kemudian memeloroti rok dan CDnya, akupun demikian. Aku kembali terkagum melihat tubuh telanjang Bu Bimala. Payudaranya putih padat berisi dihiasi puting susu yang berwarna coklat kemerah-merahan. Sementara Vaginanya dikelilingi rambut kelamin yang lebat.

Aku kembali beraksi, kali ini daerah sasaranku liang vaginanya. Aku menciumi dan menjilati yang agak menonjol disekitar liang vaginanya mungkin itu yang dinamakan kloritas. Setelah beberapa lama ciumanku kembali keatas, merentangkan tangannya yang menutupi payudaranya.

Terus menjilati tubuhnya dan akhirnya mnedarat lagi di bibirnya. Batang penisku dengan mulut vagina Bu Bimala saling beradu. Ini menyebabkan batang penisku ingin dimasukkan ketempatnya. Aku mengatur posisi dan melebarkan kaki bo Bimala.

Bu Bimala tersadar dan berkata, “Kita sudah terlalu jauh.. jangan teruskan”

Aku tidak lagi memperdulikan kata-kata Bu Bimala karena hawa nafsuku sudah menuju puncak. Aku kembalimeraih Bu Bimala dan menciumi bibirnya, kali ini lebih dahsyat lidahku bergoyang-goyang di mulutnya.

Bu Bimala tak bisa berbuat apa-apa dan kembali larut dalam kenikmatan. Batang penisku yang sudah gatal ingin memasuki liang vagina Bu Bimala. Aku mengambil posisi yang pas, batang penisku mulai memasuki pintu kewanitaannya.

Seperti masih perawan, batang penisku sering melenceng memasuki liang vagina Bu Bimala, aku terus berusaha dan akhirnya masuk juga batang vaginaku keliang vagina Bu Bimala. Bu Bimala mendesah panjang dan badannya berguncang.

“Gila keset amat.. kaya belum punya anak aja” batinku.

Bu Bimala telah sedikit tenang dan batang penisku telah masuk sedikit demi sedikit. Akhirnya semua batang kejantananku tenggelam di liang senggama Bu Bimala.

Aku menggoyangkan pinggulku sehingga batang kejantananku keluar masuk di liang senggama Bu Bimala. Makin lama makin cepat, Bu Bimala mendesah sambil menyebut namaku. Kami berdua bermandikan keringat walaupun cuaca pada saat itu lumayan dingin.

Erangan yang panjang disertai cairan hangat menerpa batang kejantananku yang masih berada didalamliang senggama Bu Bimala. Rupanya Bu Bimala telah mencapai orgasme, aku pun tidak tinggal diam dengan mempercepat gerakan batang kejantananku keluar masuk diliang senggama Bu Bimala.
“Inilah saatnya” Batinku.

Akhirnya puncak kenikmatanku datang, spermaku muncrat didalam liang senggama Bu Bimala bersamaan dengan cairan hangat yang kembali menyirami batang penisku, ternyata Bu Bimala kembali orgasme. Malam itu berlanjut dengan beberapa kali orgasme Bu Bimala, sampai akhirnya kami kelelahan dan tertidur.

Pagi harinya, Bu Bimala bangun lebih dulu dan langsung kekamar mandi. Sesaat kemudian aku terbangun dan mendengar guyuran air dikamar dan mengetoknya, Bu Bimala pun membuka pintu kamar mandi. Kembali aku terkesima melihat Bu Bimala yang telanjang bulat dengan rambut yang basah. Gairahku kembali memuncak, aku masuk dan langsung merangkul tubuh Bu Bimala.

“Mandi dulu dong” Pinta Bu Bimala manja.

Akupun menuruti ajakannya kemudian mengguyuri tubuhku dengan air. Beberapa saat setelah itu aku menyabuni tubuhku dengan sabun cair. Bu Bimala turut membantu, malah dia menyabuni batang kejantananku yang kembali tegak.

Rasa malu Bu Bimala telah hilang, dia mengocok-ngocok batang kejantananku dengan lembut. Nikmat rasanya, dan pada saat hampir mencapai klimaksnya aku melepaskan tangan Bu Bimala karena belum saatnya.

Gantian aku yang menyabuni Bu Bimala, mula-mula kedua tangannya lalu kedua kakinya. Sampailah kedaerah yang vital, aku berdiri dibelakang Bu Bimala terus merangkulnya dan menyabuni payudaranya dengan kedua telapak tanganku.

Terdengar Bu Bimala mendesah panjang. Usapanku kebawah melewati perutnya hingga sampai keliang senggamanya. Kembali aku mengusapnya dengan lembut. Busa sabun hampir menutupi liang senggama Bu Bimala, kali ini Bu Bimala merintih nikmat. Setelah puas aku mengguyur kedua tubuh kami yang masih berangkulan.

Aku membalikkan tubuhnya dan kami pun saling berhadapan. Bu Bimala kemudian mencium bibirku, aku membalasnya dan kemudian terjadi french kiss yang dahsyat. Tangan kami pun tidak tinggal diam, aku menyentuh payudara Bu Bimala dan ia menyentuh batang kejantananku yang masih perkasa berdiri.

Setelah beberapa lama, Bu Bimala membimbing batang kejantananku memasuki liang senggamanya. Dengan melebarkan kakinya batang kejantananku kembali memasuki liang senggama Bu Bimala. Bu Bimala melilitkan tangannya ke leherku kemudian aku menggendong Bu Bimala dan menyandarkan ke dinding kamar mandi.

Setelah itu aku kembali menggoyangkan pinggulku yang membuat kejantananku keluar masuk liang senggama Bu Bimala. Akhirnya spermaku keluar dan membasahi seluruh dinding liang senggama Bu Bimala.

Ternayata ia belum mencapai klimaks, untuk membantunya aku menjilati liang senggama Bu Bimala. Bu Bimala sedikit menjerit dengan apa yang kulakukan, Akhirnya Bu Bimala mengeluarkan juga cairan dari liang senggamanya dan pas mengenai wajahku. Bu Bimala terkulai nikmat, aku mengguyuri kembali tubuh kami berdua.

Aku dan Bu Bimala telah selesai mandi, dan telah memakai pakaian masing-masing.

“Lain kali.. aku minta lagi ya sayang” Bisikku sambil menelusupkan tangan ke balik baju kerjanya.

“Atur aja” Desahnya manja.

Kemudian Bu Bimala berangkat kerja dan aku pergi kuliah. Pokoknya selama bertugas Pak Jerry keluar pulau, aku menggantikan tugasnya memenuhi hasrat biologis Bu Bimala di tempat tidur.

Cerita Sex 2016 | Cerita Dewasa | Cerita Mesum | Cerita Ngentot | Cerita Tante Sange | Cerita ABG Bispak | Cerita Memek Perawan | Cerita Sedarah | Cerita Telanjang | Tips Bercinta | Foto Hot Bugil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*