Cerita Sex Berempat Sungguh Menikmati | Hasrat Sex
Obat Pembesar Penis VIMAX

Cerita Sex Berempat Sungguh Menikmati

Alt/Text Gambar Alt/Text Gambar

Hasrat Sex Menyediakan konten khusus cerita dewasa berupa : sex tante hot, cerita abg mesum, sex memek perawan, sex sedarah nyata, ngentot janda horny disertai foto bugil – Cewek Berempat Sungguh Menikmati. Namaku Galih umruku 22 tahun dan kisah ini merupakan kisah nyataku saat itu berkenalan dengan cewek yang umurnya sama denganku namanya Azni dia bekerja di RS swasata di kotaku sedangkan aku bekerja di perusahaan swasta di Jakarta. Perkenalan aku dengannya baru 3 bulan saat kita berkenalan aku belum pernah maen kerumahnya tapi akalu bertemu kita diluar dan hanya mengobrol ngobrol.

Cerita Dewasa Berempat Sungguh Menikmati

cerita sex three some, cerita gangbang hot, cerita bokep terlengkap, cerita cerita sange, cerita ngentub, cerita baru panas, cerita 3 some, cerita thresome, cerita tresome
Cerita Mesum Berempat Sungguh Menikmati

Tapi lantaran perasaan kami yang semakin akrab,maka suatu kali aku mampir juga kerumahnya, sekaligus berkenalan dengan keluarganya. Azni punya seorang ibu tiri yang umurnya sekitar 38 tahun dan dua orang kakak perempuan

Yang tertua namanya Vania, umurnya 28 tahun dan yang nomor dua namanya Clara umurnya 26 tahun. Walaupun ibunya ibu tiri,tapi sangat baik. Mereka tinggal 3 orang satu rumah. Sedang kakaknya yang pertama sudah menikah,belum punya anak dan tinggal ditempat lain. Hubungan mereka sekeluarga sangat akrab. Keluarganya ramah terhadapku.

Waktu kedatanganku yang pertama aku cuma duduk bdiruang tamu.Kedatanganku yang selanjutnya aku sudah biasa aja dirumahnya. Aku sudah bisa masuk keruangan yang lainnya. Suatu kali aku masuk kekamar Azni,didalam kami ngobrol-ngobrol aja.

Jarak antara kami makin dekat. Kupegang tangannya,kemudian perlahan-lahan kudekatkan wajahku kepadanya.Kami saling berciuman.Kulumat bibirnya yang berwarna kemerah-merahan dan Azni membalas ciumanku. Cukup lama kami berciuman dan aku tidak berani menyentuh bagian yang lain. Sehabis itu kami main Play Stasion.

Minggu berikutnya aku main lagi ke rumah Azni. Waktu itu kakaknya yang no.2 yaitu Clara ada dirumah.Dia tidak masuk kerja.Setelah basa basi dengan kakaknya aku masuk kekamar Azni.Didalam seperti biasa setelah kami ngobrol-ngobrol sedikit aku mendekati Azni.

Kami kembali berciuman,aku meremas tangannya,kemudian ciumanku menyusuri lehernya yang putih bersih.Nafas Azni terdengar agak terengah-engah.Aku meneruskan ciumanku dengan meremas dadanya yang indah.kemudian satu persatu kancing bajunya kutanggalkan,sampai dia hanya pakai BH saja. BH nya yang berukuran 36B itupun kutanggalkan.

Payudaranya yang sekal dan indah itu pun habis kuciumi.Sementara tanganku meremas-remas dengan lembut payudaranya itu.Kemudian puting payudaranya yang berwarna agak kecoklatan kuhisap dan kujilati.Azni makin menderu nafasnya.Aku terus asyik menghisap payudaranya yang sekal itu.Tapi secara tiba-tiba aku melirik ke pintu yang sedikit terbuka,disitu kulihat Clara berdiri termangu.Aku segera menghentikan gerakanku.

Clara kemudian masuk kekamar Azni.Tapi Azni cuek saja melihat kakaknya masuk kedalam kamarnya.Dia tidak berusaha menutupi tubuhnya.Malah membiarkan saja tubuhnya dalam keadaan terbuka.Aku tentu saja merasa grogi.Aku takut Clara marah kemudian melarangku main kerumahnya lagi.Tapi Clara tidak marah malah tersenyum melihat aku yang salah tingkah.Kemudian Clara bicara:

“Kamu mau kubuatkan teh Galih?”

“Ya mbak,boleh ….eh..terima kasih…”jawabku agak gugup.

Dalam hati aku merasa senang karena Clara tidak marah padaku.Kemudian aku keluar dari kamar dan Azni memakai bajunya tanpa mengenakan BH lagi.Masih kelihatan payudaranya yang montok itu dibungkus baju kaos yang tipis.Aku diruang tamu ngobrol-ngobrol saja bersama Azni dan kakaknya.Clara sama sekali tidak menyinggung kejadian tadi,dan bicara hal-hal lain.

Minggu berikutnya aku kembali datang kerumah Azni.Setelah ngobrol-ngobrol dengan kakaknya Clara,aku kembali masuk kekamar Azni.Didalam kami kembali berciuman.Aku mencium bibir Azni yang harum.Azni membalas ciumanku.

Berbeda waktu kemarinnya,kali ini Azni agak agresif.Dia mencium bibirku dengan ganasnya. Aku juga semakin berani membuka pakaian Azni,sehingga dia hanya memakai celana dalam saja.Aku segera menyapu lehernya yang jenjang dan putih bersih.

Azni terlihat menggelinjang membuat aku semakin bersemangat.Nafasnya mulai terengah-engah.Ciumanku terus kearah dadanya yang montok.Aku menghisap puting payudaranya.Sungguh sangat enak rasanya.Aku menghisap puting payudaranya bergantian.Azni makin terengah-engah.

Lalu aku membuka celana dalamnya,sehingga sekarang dia tidak memakai pakaian sehelai benangpun. Aku menjilati pahanya yang putih mulus.Jilatanku terus naik kearah vagina Azni yang memancarkan hawa harum dan wangi.Aku menjilat klitorisnya yang sebelumnya aku menyibakkan bulunya yang belum begitu lebat.Lama aku menghisap klitorisnya.Sampai aku merasakan cairan yang khas,mungkin dia sudah semakin teransang.

Azni lalu mendorongku,sehingga aku berada dalam posisi telentang. Dia langsung mengarahkan bibirnya yang mungil ke penisku.Wahhh…enak sekali … Azni mengulum dan menghisap penisku .Aku semakin terengah-engah.Azni pun semakin semangat mendengar desahan nafasku. Lalu aku mendorong Azni dengan lembut agar dia segera telentang.

Azni pun mengerti dengan keinginanku. Penisku kuarahkan kearah vagina Azni dan memasukkannya dengan perlahan-lahan.Azni menjerit tertahan begitu penisku masuk semua kedalam vaginanya.Aku mengangkat pantatku perlahan-lahan,dan memasukkannya.Begitu seterusnya aku lakukan,memaju-mundurkan pantatku.Aznipun kelihatan sangat menikmatinya.

Lalu aku mengangkat kaki kiri Azni dan tetap aku menggoyang pantatnya yang montok.Sampai akhirnya dia menjerit dengan suara yang agak keras.Dan akupun merasakan cairan hangat yang membasahi penisku didalam vaginanya.Rupanya Azni sudah keluar.Sementara aku nampaknya masih lama untuk mencapai puncak orgasmeku. Tiba-tiba aku dikejutkan suara yang sudah aku kenal.

“Wah..kamu kuat juga ya Galih…”

Rupanya itu suaranya Clara kakak Azni.Rupanya dia sudah dari tadi berdiri dibelakangku memperhatikan apa yang kuperbuat bersama dengan adiknya.Aku sangat kaget sekali,dan mencabut penisku yang masih tegang dari vagina Azni.Kupikir tadi Azni sudah mengunci pintu kamar.

Clara segera menghampiri kami berdua.Kulihat Azni cuek saja dan masih menikmati puncak orgasmenya. Clara duduk disamping kami dan memperhatikan punyaku yang masih tegang.Sementara aku sendiri masih jauh dari puncak orgasmeku.Melihat situasinya seperti itu aku jadi memberanikan diriku meraih tangan Clara.

Kutarik lembut tangannya dan aku segera melumat bibirnya yang lembut.Sementara tanganku langsung meremas-remas payudaranya.Sekilas aku melirik Azni dan kulihat dia tersenyum melihat yang kuperbuat dengan kakaknya.Dia bilang,

“Nah…sekarang giliran saya yang nonton kakak ya…?”

Clara hanya menjawab dengan tersenyum saja.Nampaknya Azni ingin aku berbuat yang sama dengan kakaknya.

Tanganku terus saja meremas-remas payudaranya dari luar.Aku segera melepaskan semua pakaian yang menempel ditubuhnya,sampai dia tidak mengenakan pakaian selembar benangpun alias bugil,seperti Azni. Aku terus melumat bibirnya.

Clara pun tidak kalah membalas ciumanku.Ciumanku terus turun kelehernya yang putih bersih.Clara mengelinjang membuat aku semakin bersemangat saja.Aku terus menciumi payudaranya yang montok,mungkin ukurannya ada sekitar 36,aku tidak tahu persis tapi sama dengan ukurannya si Azni.

Aku menghisap puting payudaranya dengan lahap.Aku kembali melirik Azni dan melihat dia tersenyum manis padaku.Aku jadi semakin bersemangat saja.Sementara Clara terus saja menggelinjang keenakan.

Aku terus saja menghisap puting payudara Clara.Sementara tangan kiriku meraba-raba selangkangan Clara.Aku merasakan bulu-bulu vaginanya yang lembut.Ciumanku terus kuturunkan kedaerah vaginanya.Aku menjilati klitoris Clara dan Clara terus saja menggelinjang.Aku merasakan cairan yang khas dari vaginanya,tapi aku yakin dia belum orgasme.

Aku lalu mendekatkan penisku kedalam mulut Clara dan diapun melumat penisku dan menghisapnya.Sungguh sangat enak sekali.Lama Clara menghisap penisku yang sudah sangat tegang sekali.Aku hampir tidak tahan lagi. Aku menyuruh Clara supaya menungging.Aku lalu mengatur posisiku di belakang Clara.Perlahan-lahan aku memasukkan penisku kedalam vaginanya.Tapi sebelum aku memasukkan penisku,Azni bergerak mendekatiku dan tangannya menggenggam penisku.

“Biar kumasukin Galih…,”katanya.

Tapi sebelum itu dia masih sempat-sempatnya menghisap penisku.Setelah itu dia mengarahkan penisku ke kemaluan kakaknya.Dia tersenyum padaku.Clara juga tersenyum padaku.Aku semakin tidak tahan dan segera memasukkan penisku ke vagina Clara.Clara menjerit tertahan,

“Ahh…Galih…punyamu enak sekhali…shayang…”

Aku semakin bersemangat menggoyangkan pantatku.Sementara Azni duduk disampingku.Aku segera meraih tangan Azni dan aku bilang,

“Azni, sini payudaramu aku hisap…”

Azni segera menyodorkan payudaranya kemulutku.Jadi sementara aku menggoyang Clara,mulutku menghisap payudaranya Azni.Clara semakin histeris menjerit-jerit keenakan kugoyang vaginanya dari belakang.Aku lalu menyuruh Azni berdiri dan mengarahkan selangkangannya ke mulutku.Aku kembali menjilati klitoris Azni.Azni terdengar menjerit-jerit keenakan seperti kakaknya.

Tak lama tubuh Clara menegang.Agaknya dia sudah mau keluar.Benar saja tak lama aku merasakan cairan hangat membasahi penisku yang masih menancap di vaginanya.Azni juga masih menjerit-jerit.Aku lalu berdiri dan mengarahkan penisku yang masih tegang ke kemaluan Azni yang berada dalam posisi berdiri dari depan.

Aku mengangkat kaki Azni dan meletakkan kakinya di pinggir tempat tidur.Aku memasukkan penisku kedalam vagina Azni dari depan dan kugoyang-goyang,maju mundur.

Azni kembali mendesah-desah,

“…Ahh…Galih…kamu pintar juga juga pake gaya berdiri seperti dalam film …ahhh…akh..”mulutnya terus saja menceracau.

Aku terus saja menggoyangnya,sementara mulutku tidak berhenti menciumi payudaranya yang montok kiri kanan bergantian dan juga menghisapnya bergantian.Azni semakin melayang-layang kenikmatan saja.Tak lama aku juga sudah ingin keluar.

Tapi sebelum aku keluar,Azni sudah keluar duluan dan badannya mendadak jadi lemas.Aku segera mencengkram pantatnya dan memeluk tubuhnya.

“Akh…”akhirnya kau keluar juga dengan perasaan yang melayang-layang. Spermaku membasahi vagina Azni.Aku tidak kuat lagi menahan tubuh Azni dan membiarkan dia terduduk dan akhirnya penisku pun tercabut dari vaginanya.

Clara yang dari tadi memperhatikan,kembali mendekatkan kepalanya ke penisku dan menjilati sisa sperma yang masih menempel disana.Azni pun tidak ketinggalan,juga menghisap penisku dan menjilati sisa sperma yang masih menempel disana.Kedua kakak beradik tadi masih dengan lahap menghisap penisku bergantian.

Akhirnya kami bertiga terbaring lemas.Aku berada ditengah-tengah mereka.Tanganku masih saja bergantian meremas-remas payudara Azni dan Clara bergantian.Mereka juga masih menikmati remasan tanganku di payudaranya.Kami sama-sama menarik nafas panjang.Lama kami terdiam.

Tiba-tiba kami dikejutkan teriakan suara panggilan.

“Clara,Azni kalian dimana? Ini mbak Vania datang nih…kok nggak ada yang menyahutin?”
Rupanya kakaknya yang tertua datang.Clara lalu berdiri dan berkata pada Azni,

“Azni,biar mbak saja yang menemuin mbak Vania,kayaknya dia sendirian saja kesini.Suaminya kayaknya nggak ikut tuh…”

Lalu tanpa pakaian sehelai benangpun Clara berdiri dan jalan keluar kamar.Aku kaget dan bertanya pada Azni,

“Azni,kalau ketahuan mbak Vania bagaimana nih…?”kataku agak cemas.

Tapi Azni hanya tersenyum saja dan mengecup bibirku sebagai jawabannya. Sementara diluar kamar,mbak Vania sangat terkejut melihat adiknya Clara menyambutnya tanpa busana sehelai benangpun.

“Clara…kamu ngapain..?Kok nggak pake pakaian…?”tanya mbak Vania.

Tapi Clara cuma tersenyum saja dan berkata,

“Nggak apa-apa kok mbak…Mbak nggak usah banyak tanya deh…” sambil tangannya menggandeng tangan kakaknya kekamar Azni.

Sesampai dikamar Azni,mbak Vania kelihatan terkejut melihatku dan Azni juga tanpa pakaian.Clara segera menjelaskan,

“Mbak,itu Galih pacarnya Azni…Mbak udah kenal kan?”kata Clara.

Sementara aku masih agak cemas,takut kalau-kalau mbak Vania marah besar.Tapi rupanya Azni mengerti perasaanku.Dia berkata pada Vania,

“Mbak ayo duduk disini,ngapain berdiri disitu.Apa mbak nggak pingin merasakan punya Galih yang perkasa ini..?Bukankah Mbak dulu bilang kalau nggak pernah puas kalau main sama suami mbak…?”

Mulanya mbak Vania ragu-ragu.Tapi Clara segera menarik tangan kakaknya dan mengajaknya duduk didekatku yang juga sama-sama bugil dengan adik-adiknya.Akhirnya mbak Vania duduk juga didekatku.Clara berkata,

“Ayo Galih…kita teruskan,nih kakaknya Azni yang paling tua udah datang.Dia nggak pernah puas kalau main.Mungkin kamu ketemu lawan tangguh…,”kata Clara bercanda.

Mbak Vania dan Azni kulihat hanya tersenyum saja.

“Sekarang aku dan mbak Clara cuma nonton aja,kamu main sama mbak Vania…habis kami capek sih…”kata Azni dengan manjanya.

Akupun nggak jadi takut dan ikut tersenyum.Aku jadi berani dengan situasi seperti ini.Aku merasa seperti diberi lampu hijau. Aku langsung saja mengarahkan tanganku ke payudara Vania dan meremas-remas payudaranya dari luar pakaiannya.

Vania hanya tersenyum saja aku perlakukan begitu.Aku segera melumat bibirnya dan Vania membalasnya juga dengan ganasnya. Nampaknya dia benar-benar membutuhkan seks.Aku semakin senang.

Aku segera melucuti pakaian yang dikenakan Vania,sampai dia tidak memakai pakaian sehelai benangpun seperti adik-adiknya. Aku merasa kaget juga,karena payudaranya mbak Vania lebih besar dibandingkan payudara adik-adiknya.

Terus terang aku sangat senang dengan ukuran payudaranya yang besar itu.Aku segera menciumi payudaranya bertubi-tubi dan bergantian,maklum nafsu seksku mulai bangkit lagi.Vania sudah mulai terengah-engah menghadapi seranganku.Aku kembali melumat bibir mbak Vania yang indah.Mbak Vania juga kembali membalas ciumanku dengan bernafsu.

Sementara itu aku juga melirik Clara dan Azni dan mereka cuma tersenyum menatapku sambil mengelus-elus vaginanya masing-masing. Ciuamanku kembali kuarahkan keleher Vania yang putih bersih.Dan terus kuturunkan ke payudaranya yang montok. payudaranya kuciumi bergantian dan puting payudaranya kuhisap dengan lahap.Lama aku menghisap payudaranya.Vania berkata,

“akh…Galih…terus hisap…sayhang..enakh..sekali.terus sayang…kamu sekarang jadi bayi…ya….terus hisap payudara Mbak…sayang…?”katanya menceracau.

Aku nggak peduli dengan rintihan dan erangan mbak Vania.Malah aku semakin bersemangat saja.Ciumanku kuturunkan keperutnya yang putih dan ramping dan terus turun kepahanya yang mulus.Pahanya kujilatin sampai basah semua.Jilatanku kunaikkan ke sela-sela pahanya yaitu ke vaginanya.

“Akh…apa ini Galih…ohhh..terus Galih…”kata mbak Vania.

Kayaknya dia juga tidak peduli lagi dengan sekitarnya.

Aku menjilati vaginanya.Aku mencari klitorisnya dan menghisapnya.Mbak Vania menjerit tertahan dan menekan belakang kepalaku,sehingga aku semakin mencium bau wangi dari vaginanya.Aku terus menjilati klitorisnya itu,sampai akhirnya aku merasakan cairan yang keluar dari vagina mbak Vania.

Tapi mbak Vania sendiri belum keluar.Sementara punyaku sendiri sudah semakin tegang.Aku segera merubah posisiku dan menyodorkan penisku kemulut mbak Vania.Mbak Vania membuka mulutnya dan melahap penisku dan menghisap penisku dengan sangat bernafsu.Aku menyadari nafsu seks mbak Vania sangat tinggi.Tapi aku yakin bisa memuaskannya.

Akhirnya kusuruh mbak Vania telentang.Diapun menurut untuk telentang dan membuka kakinya lebar-lebar.Akupun segera mengatur posisiku untuk mengarahkan penisku kedalam lubang kemaluannya.Tapi sebelum aku memasukkannya,Azni dan Clara mendekat dan berkata,

“Galih…sebentar dulu..”kata Clara.

Tanpa menunggu jawabanku dia langsung memegang penisku dan memasukkan kedalam mulutnya lalu menghisapnya. Setelah itu giliran Azni yang menghisap penisku.Aku melihat mbak Vania sudah nggak sabaran untuk merasakan penisku.

Akhirnya setelah Azni menghisap penisku,dia membimbing penisku dan mengarah kan ke lubang vagina kakaknya.Setelah posisinya pas,aku segera menekan pantatku perlahan-lahan.

Terdengar desahan dan jerita kecil keluar dari mulut mbak Vania.Rupanya lubang vagina mbak Vania masih sempit seperti punya adik-adiknya.Aku sangat senang sekali.Aku segera menaik-turunkan pantatku ke vagina mbak Vania.Jeritan dan desahan nafas mbak Vania makin keras.Aku tidak peduli dan terus saja menggenjot dan menaik turunkan pantatku.Sama seperti vagina adik-adiknya,vagina mbak Vania seperti meremas-remas penisku.

Aku sudah hampir keluar,tapi aku berusaha bertahan selama mungkin.Dan kuperhatikan mbak Vania hampir mencapai puncak orgasmenya.

“…akh…akh..akh..terus Galih..akh…aku sudah mau keluar nih…akh..,”katanya terus menceracau.

” Aahh aku juga mau keluar mbak…”kataku sambil meremas dan menghisap payudaranya.

Akhirnya aku merasakan cairan hangat membasahi penisku.

“Ahh…Galihe..mbak sudah keluar…”kata mbak Vania.Rupanya dia sudah keluar.Bersamaan dengan itu akupun merasa sudah nggak kuat lagi.

“Mbak…akhu…jugha..mau keluar…h..”kataku dengan suara agak parau.

Akhirnya spermaku tumpah membasahi vaginanya.Aku tertelungkup lemas diatas tubuh mbak Vania.Kulihat Clara dan Azni tersenyum menatapku.Aku lalu mencabut penisku dari lubang vagina mbak Vania dan tidur menelentang.

Clara dan Azni segera mendekatkan melutnya dan kembali menghisap penisku bergantian.Begitu juga dengan mbak Vania bangun untuk menghisap penisku bergantian.Akhirnya kami kembali rebahan.Mbak Vania disebelah kananku,Clara disebelah kiriku,sementara Azni dengan manjanya telungkup diatas tubuhku.Kami sama-sama menarik nafas panjang.

Sementara tanganku kembali bergerilya seperti tadi meraba seluruh tubuh kakak-adik itu dan meremas-remas payudara mereka bergantian.Kadang-kadang mereka juga bangun sebentar hanya untuk menghisap penisku.Kami sama-sama terbaring lemas.

Tak lama Clara membuka pembicaraan,

“Wah…Galih…kamu memang kuat bisa mengalahkan mbak Vania.penismu juga besar dan kuat lho Galih.”

Aku hanya tersenyum saja dan meremas payudara Clara dengan lembut dan memainkan puting payudaranya dengan ujung jariku.

“Baru kali ini aku merasa puas kalo main gini Galih..”kata mbak Vania.

Aku hanya tersenyum saja mendengar pujian mereka dan tanganku semakin nakal dengan memasukkan jariku kelubang vagina mbak Vania.

“Aww…Galih…tanganmu nakal..aku lagi capek nih…”kata mbak Vania manja.

Aku lalu berkata,”Wah…Azni,Clara,mbak Vania,kayaknya kita harus berpakaian nih sebelum ibumu datang.”

Azni segera menjawab,

“Nggak apa-apa kok Galih.Kalau ibu datang dan melihat kita begini nggak bakalan marah kok…ya kan mbak?”kata Azni sambil bertanya pada kakaknya.

Kedua kakaknya tersenyum saja dan Clara berkata,

“Kalau kamu mau,kamu juga boleh main sama ibu Galih…”

“Iya…ibu pasti senang sekali ya kan mbak Vania?”tanya Azni sama mbak Vania.

Mbak Vania menganggukkan kepalanya.Sekarang aku sudah mulai tenang.Sekarang tenagaku sudah mulai pulih.Lama kami terdiam,tapi tanganku tetap tidak bisa diam dan selalu menggerayangi tubuh ketiganya.Tapi mungkin karena kecapean,mereka bertiga cuma diam saja ketika tanganku menggerayangi tubuhnya,walaupun jari tengahku mengorek-ngorek vaginanya.

Tiba-tiba terdengar suara dari luar,

“Clara,Azni..kalian dimana?”

Rupanya ibunya sudah datang.

“Kami disini Bu…”sahut Azni.

Lalu Azni berkata padaku,

“Ayo Galih…kamu boleh coba ibuku..katanya tersenyum.

Aku cuma mengangguk saja dan sekarang tenagaku sudah benar-benar pulih lagi.

Tak lama kemudian ibunya Azni sampai di kamar dan terkejut,

“hai…kalian lagi ngapain?”katanya sambil menutup mulutnya.

Ibunya Azni masih melotot tidak percaya menatapku.Setelah dekat tanganku langsung memeluk ibu Azni dan langsung meremas-remas payudaranya.Sementara itu dia masih setengah tidak percaya,tapi dia membiarkan tanganku meremas-remas payudaranya.

Sambil berdiri aku menciumi bibirnya dan sekarang dia mulai membalas ciumanku.Aku tidak menduga ciuman ibunya ganas juga.Sementara tanganku masih terus meremas-remas payudaranya.Aku segera melucuti pakaiannya satu demi satu.Kulihat dia sekarang sudah bisa tersenyum dan berkata,

“Vania,Clara,Azni…kalian bear-benar nakalya…?tapi kalian baik juga mau mengajak ibu main sama Galih.”

Vania,Clara dan Azni hanya tersenyum saja dan berkata,

“ya Bu..jangan malu-malu ya…ya…penis Galih enak lho Bu…”

Setelah pakaian luarnya kulucuti,hingga hanya tinggal BH dan CD aja.Tanganku masih saja meremas-remas payudaranya.Nafas ibu Azni mulai naik turun.Dia membiarkan saja apapun yang kulakukan pada tubuhnya dan menikmatinya.

Aku mulai melepaskan BH nya dan aku kaget juga payudara dia masih kencang,putih dan montok dan besarnya hampir sama dengan payudara mbak Vania.Aku segera menyerbu payudaranya dengan ciuman-ciumanku.Aku menghisap puting payudaranya sambil berdiri.

Dia hanya merintih-rintih saja.Aku meremas-remas pantatnya yang montok,sementara mulutku tidak berhenti menghisap puting payudaranya kiri kanan.Setelah puas dibagian payudara,ciumanku kulanjutkan ke bawah.Ciumanku kuarahkan ke pahanya yang putih mulus dan terus naik keselangkangannya.Aku melepaskan CD nya sehingga dia tidak mengenakan apa-apa lagi,bugil seperti aku dan anak-anak tirinya.

Aku lalu menjilati vaginanya.Sambil berdiri, dia membuka kakinya agar mulutku leluasa menjilati vaginanya.Sementara tangannya menekan belakang kepalaku.Aku terus saja menghisap klitorisnya. Dia menjerit-jerit kecil dan kakinya kulihat agak gemetaran.

Setelah puas menjilati vaginanya,aku lalu menekan tubuhnya supaya duduk jongkok menghadapku.Dia mengerti dan langsung saja mulutnya melumat penisku.Aku merasa sangat enak.Kayaknya Dia lebih berpengalaman dalam hal menjilat penis.Dia terus saja menghisap penisku dengan penuh semangat.

Akhirnya aku sudah tidak tahan lagi,aku lalu menyuruhnya membelakangiku.Aku lalu mengatur posisi dan mengarahkan penisku ke lubang vaginanya dari belakang dan menekannya pelan-pelan.Dia menjerit tertahan.Tapi aku tidak peduli.

Sementara Vania,Clara dan Azni hanya menonton dengan bersemangat dari samping.Aku menggoyang pantatku maju mundur sambil berdiri.Tangan kirinya kutarik kebelakang dan tangan kananku meremas-remas payudaranya yang sebelah kanan.Dia kembali menjerit-jerit dengan desahan nafasnya yang memburu.

“Galih…kamu…punyamu sangat enakh…akh…akh..”katanya menceracau.

Aku semakin bersemangat mendengar rintihannya.Lalu aku menarik tangan kanannya sehingga kedua tangannya kutarik kebelakang.Sementara pantatku tetap maju mundur menggoyang pantatnya.payudaranya yang besar terus saja bergoyang-goyang ke bawah.

Aku lalu merubah posisi dan menyuruhnya telentang.Dengan nafas memburu dia menurut saja dan telentang dengan membuka kakinya lebar-lebar.Aku segera mengarahkan penisku ke vaginanya. Penisku pun segera menusuk vaginanya dan pantatku naik turun menghujam vaginanya.

Vaginanya tidak kalah rasanya dibandingkan vagina anak-anaknya. Masih menggigit dan meremas-remas penisku. Nafaskupun semakin cepat seperti nafasnya.

Sementara penisku menusuk-nusuk vaginanya,aku selalu menghisap payudaranya bergantian Sekitar hampir satu jam kami main,sampai akhirnya dia berkata,

“Galih…ahh…penismu sangat enakh…kuat…lubang vaginau jadi penuh oleh penismu…ahh…ahhh..terus sayang..aku sudah hampir keluarhh..ahh..ahhh..”

Dan tak berapa lama akupun segera merasakan penisku jadi hangat karena cairan dari vaginanya sebagai tanda dia sudah sampai puncak orgasmenya.Badannya yang tegang tadi mulai lemas.Aku masih saja menggenjot vaginanya dan akhirnya akupun merasakan sesuatu yang hendak keluar.

Penisku kubenamkan dalam-dalam kedalam vaginanya.Dan spermaku pun keluar membasahi liang vaginanya.Aku tertelungkup lemas dengan nafas tidak beraturan.

Dia juga begitu lemas dan nafasnya juga tidak beraturan.Aku lalu mencabut penisku dari vaginanya dan telentang sambil menarik nafas panjang.Aku memejamkan mataku.Walaupun sudah keluar tapi penisku masih ngaceng.Mbak Vania,Clara dan Azni mendekat dan mereka bergantian menghisap penisku dan menelan sisa-sisa spermaku.Aku merasakan nikmatnya hisapan mereka bergantian.

Mereka bertiga akhirnya merebahkan badannyadisampingku.Lama kami terdiam karena kelelahan.Akhirnya Azni berkata,

“Gimana Bu..?Enakkan penisnya Galih..?”

Ibunya berkata,”Wah..Galih…kamu memang luar biasa.penismu besar,kuat…wah…enak sekali…”
Aku menjawab,

“Kalian juga sangat enak sekali.vagina kalian terasa meremas-remas penisku.Aku juga sangat suka dengan payudara kalian yang montok-montok ini.”kataku sambil meremas-remas payudara mereka bergantian.

Akhirnya aku tidak diperbolehkan pulang dan harus menginap malam itu.Kami kembali main bergantian.Aku kembali main sama mbak Vania,Clara ,Azni dan ibunya.Sungguh aku merasa sangat terpuaskan saat itu.

Aku bisa menikmati tubuh mereka,tubuh kakak Azni,tubuhnya sendiri dan tubuh ibunya.Aduh sangat enak sekali.Apalagi kulit tubuh mereka putih semua,maklum karena mereka adalah orang cina turunan.Apalagi payudara mereka sangat montok dan vaginanya juga bisa memijit-mijit penisku.

Setelah hari itu,tiap kali aku main ke sana,kalau baru sampai di rumah Azni,aku selalu meremas-remas payudara mereka bergantian.Kadang-kadang aku langsung melucuti pakaian mereka dan langsung menghisap payudara mereka bergantian.

Mereka pun sangat senang dengan caraku waktu aku datang itu.Kadang-kadang kalau baru datang,aku langsung membuka celanaku dan menyodorkan penisku kedalam mulut Azni,Clara ibunya atau mbak Vania.Mereka pun sangat senang sekali.Sehingga tiap kali aku datang kesana pasti main dengan mereka bergantian.

Kadang-kadang Azni,Clara,mbak Vania atau ibunya juga memperkenalkan aku dengan teman-temannya dan akupun sering juga main dengan teman-teman mereka.Aku bilang pada mereka,kalau mau mengundang teman untuk main harus yang bersih.

Rata-rata teman-teman mereka itu adalah wanita yang tidak bisa dipuaskan oleh suaminya.Ada salah satu temannya yang mau memberiku bayaran,tapi aku menolaknya karena aku melakukannya dengan suka sama suka.Karena aku sangat suka seks.

Cerita Sex 2016 | Cerita Dewasa | Cerita Mesum | Cerita Ngentot | Cerita Tante Sange | Cerita ABG Bispak | Cerita Memek Perawan | Cerita Sedarah | Cerita Telanjang | Tips Bercinta | Foto Hot Bugil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*